بسم الله الرحمن الرحيم

以真主的名义,最仁慈,最仁慈 ; सबसे करीम, सबसे रहीम उस अल्लाह के नाम पर ; アッラーの名において、最も優雅で、最も慈悲深い ; 알라의 이름으로, 가장 자비 롭고, 가장 자비 롭다.

Konflik Batin Seorang Penulis Bayangan Part 1

Posted by Ade Nugraha on 22 August 1 comments



PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Permasalahan hidup manusia biasanya timbul karena adanya pertentangan, baik yang timbul dari dalam diri pribadi manusia itu sendiri atau yang berasal dari luar dirinya. Pertentangan yang terjadi di dalam dirinya disebut dengan konflik batin. Konflik batin yang berlangsung lama bisa berdampak kepada perubahan sifat dan sikap manusia yang mengalaminya.
Konflik internal atau konflik batin adalah konflik yang terjadi dalam hati, jiwa seorang tokoh cerita. Jadi, ia merupakan konflik yang dialami manusia dengan dirinya sendiri, ia lebih merupakan permasalahan intern seorang manusia. [1]
CIA atau Central Intelligence Agency adalah agen rahasia pemerintah Amerika Serikat, yang didirikan pada tanggal 18 September 1947, sesuai penandatanganan NSA 1947 (National Security Act) oleh Presiden Harry S. Truman.[2] Keberadaannya sebagai lembaga spionase Amerika telah membuat negara itu mampu membuat beberapa negara penting dan kaya akan sumber daya alam berada di bawah pengaruh mereka. Dalam prakteknya CIA sering melakukan kerjasama terlarang atau konspirasi dalam menjalankan operasi yang bersifat rahasia. Konspirasi ini dijalankan dengan serangkaian peristiwa politik, sosial, atau sejarah.[3]
Novel The Ghost yang dipilih sebagai topik bahasan dalam skripsi ini menceritakan tentang seorang penulis bayangan yang mengalami konflik batin. Penulis bayangan atau penulis siluman adalah penulis profesional yang dibayar untuk menulis buku, artikel, cerita, laporan, atau teks lain yang secara resmi dikreditkan ke orang lain.[4] Ia ditugaskan menggantikan posisi pendahulunya, McAra, untuk menulis buku autobiografi seorang mantan Perdana Menteri Inggris, Adam Lang, yang menghadapi tuduhan sebagai penjahat perang. Buku autobiografi itu adalah salah satu cara bagi mantan Perdana Menteri Inggris itu untuk membela diri di depan publik. Buku itu berfungsi pula untuk menunjukkan bahwa sang mantan Perdana Menteri Inggris itu adalah sesosok manusia yang bermoral dan tidak berambisi pada politik.
Rencana untuk mengubah total isi naskah McAra agar lebih hidup serta menimbulkan kesan mendalam tentang sang mantan perdana menteri dengan menggunakan tehnik wawancara langsung dengan Adam Lang pada awalnya berjalan dengan baik, sampai sebuah telepon langsung yang diterima Adam Lang di suatu hari merubah segalanya menjadi buruk.
Kabar buruk tersebut adalah berita resmi tentang pengaduan Adam Lang ke Mahkamah Internasional oleh mantan Menteri Luar Negeri Inggris, Richard Rycart, yang pernah dipecat dari Kabinet oleh Adam Lang pada periode pemerintahan sebelumnya, yang sekarang menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa PBB untuk Masalah-Masalah Kemanusiaan. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, ia menuduh Adam Lang sebagai konspirator dalam penculikan empat orang warga negara Inggris yang diduga sebagai teroris, dan menyerahkan mereka ke tangan pihak Amerika. Para korban ditangkap oleh SAS (Dinas Rahasia Inggris), dan kemudian diserahkan kepada CIA (Central Intelligence Agency) dimana mereka ditahan serta disiksa hingga salah satu diantara mereka meninggal dunia akibat serangan jantung.
Di tengah berlangsungnya penulisan buku autobiografi tersebut, sang penulis bayangan menemukan terlalu banyak hal yang tidak sesuai: tentang awal karier politik Adam Lang, tentang kebijakan-kebijakan politiknya, dan tentang keterlibatannya dengan badan intelijen negara asing Amerika.
Timbul pertanyaan besar dalam benaknya yang mengharuskan dirinya menjadi seseorang pencari fakta. Apakah sosok penuh kharisma Adam Lang tersebut benar-benar tak bersalah atas tuduhan terhadap dirinya ataukah beliau merupakan aktor berbakat di atas panggung maupun dalam kehidupan sehari-hari? Fakta-fakta yang ia temukan menimbulkan konflik batin dalam dirinya. Disatu sisi ia ingin membongkar kepalsuan Adam Lang disisi lain ia telah terikat dengan perjanjian yang telah ditanda tanganinya untuk menulis hal-hal yang baik tentang Adam Lang dalam buku memoarnya.
Konflik batin sang penulis bayangan membongkar konspirasi dalam novel The Ghost karya Robert Harris ini sangatlah rumit karena CIA mampu melakukan perannya sebagai lembaga spionase yang sangat rahasia dengan rangkaian peristiwa yang masuk akal hingga terbunuhnya Adam Lang dalam peristiwa bom bunuh diri.
Kelebihan novel ini terletak pada alur ceritanya yang penuh misteri dan ketegangan, terutama yang dialami oleh sang penulis bayangan. Inilah yang menjadi alasan penulis memilih novel The Ghost karya Robert Harris untuk dianalis.
Penulis The Ghost, Robert Harris, adalah penulis laris dari Inggris. Hasil karyanya telah diterjemahkan ke dalam 37 bahasa. Lahir di Nottingham pada tahun 1957, dan lulus dari Universitas Cambridge, Harris kemudian bekerja sebagai wartawan BBC. Setelah itu ia menjadi editor politik di harian Observer, dan akhirnya menjadi kolumnis di Sunday Times dan Daily Telegraph. Pada tahun 2003 ia dianugerahi penghargaan “Columnist of the Year” dari British Press Award. Saat ini Harris tinggal di Hungerford, Inggris, bersama istri dan empat anaknya.
Robert Harris menulis novel pertamanya yang berjudul Fatherland pada tahun 1992. Novel tersebut menceritakan bagaimana Jerman sangat berjaya pada Perang Dunia ke-2. Novel keduanya yang berjudul Imperium, dibuat pada tahun 2006, yang juga merupakan novel sejarah andalannya. Buku ketiganya, The ghost, merupakan novel satir terhadap pemerintahan Inggris dan Amerika, sehingga dianggap sebagai novel kontroversi. Novel ini dibuat atas dasar pengamatannya dan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Inggris Tony Blair waktu itu. Harris tidak menyukai kebijakan-kebijakan Tony Blair hingga pada puncaknya Amerika dan Inggris bersekutu memerangi Irak. 
Novel ini telah diadaptasi ke layar lebar dengan Roman Polanski sebagai sutradara, dan dibintangi oleh Pierce Brosnan, Nicolas Cage, serta Tilda Swinton. Bahkan kabarnya, skenario film ini ditulis sendiri oleh Polanski, bekerja sama erat dengan Robert Harris.


Identifikasi dan Pembatasan Masalah

Penulis mengidentifikasikan bahwa tokoh utama mengalami berbagai masalah. Masalah dengan profesi, politik, konspirasi, dan kehidupannya yang seorang diri. Untuk itu, pembatasan masalah sangat diperlukan mengingat sangat luasnya unsur-unsur intristik dan ekstrinsik dalam prosa. Penulis membatasi masalah dengan menganalisis konflik batin yang dihadapi oleh tokoh utama. Penjiwaan tokoh utama yang mengalami konflik batin menjadi permasalahan yang pelik karena dalam mengambil keputusan tokoh utama dihadapkan pada masa kritis. Penjiwaan tokoh utama ini sangat menarik untuk dibahas, untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dan bagaimana ironi dan latar dapat mempengaruhi tokoh utama mengalami konflik batin.


Rumusan Masalah

Melalui uraian di atas, maka rumusan masalah yang akan diungkapkan dalam skripsi ini adalah:
  1. Apa saja yang menyebabkan terjadinya konflik batin dalam diri tokoh utama dan bagaimana penyelesaiannya?
  2. Bagaimana ironi dan latar mempengaruhi konflik batin tokoh utama?


Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan sebab-sebab terjadinya konflik batin dalam diri tokoh utama dan menjelaskan penyelesaiannya, serta menunjukkan pengaruh ironi dan latar terhadap konflik batin tokoh utama dalam novel The Ghost sehingga ia mengalami perubahan yang signifikan.


Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis deskriptif, dengan menganalisis unsur-unsur yang mendukung terjadinya konflik batin tokoh utama serta mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan tokoh utama berdasarkan data yang ada dalam cerita.
Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis novel ini adalah pendekatan intrinsik, yaitu dengan mengkaji unsur-unsur yang terdapat dalam novel dengan teknik penelitian kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan data berupa  teori dan kritik-kritik novel  The Ghost sebagai acuan untuk pengembangan pokok bahasan dan ditunjang dengan data yang diperoleh dari media maupun internet yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini.


Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut:
BAB I        :    Pendahuluan, yang memuat latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penelitian.
BAB II       :    Tinjauan pustaka yang terdiri dari teori-teori yang menjadi acuan dalam pembahasan, ditambah dengan kritik terhadap novel yang relevan dengan penelitian.
BAB III      :    Pembahasan novel The Ghost karya Robert Harris, dimulai dari paparan ringkasan cerita, analisis aspek konflik batin tokoh utama, serta analisis unsur-unsur lain yang mempengaruhi perubahan watak tokoh utama.
BAB IV        :    Kesimpulan dari hasil pembahasan analisis permasalahan konflik batin tokoh utama dari novel The Ghost karya Robert Harris.
SINOPSIS
DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT HIDUP PENULIS


[1] Nurgiantoro, burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press Hal: 124.

[2] Anonymous. Sejarah CIA dan Pengaruhnya di Indonesia. Nusantara News. 26 Mei 2010
[3] Zaenurrofik, A. 2008.  Operasi Gelap CIA. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Hal: 20.
[4] Anonymous. Penulis Bayangan. Wikipedia. 10 Juni 2010