بسم الله الرحمن الرحيم

以真主的名义,最仁慈,最仁慈 ; सबसे करीम, सबसे रहीम उस अल्लाह के नाम पर ; アッラーの名において、最も優雅で、最も慈悲深い ; 알라의 이름으로, 가장 자비 롭고, 가장 자비 롭다.

Konflik Batin Seorang Penulis Bayangan Part 3

Posted by Ade Nugraha on 10 February 0 comments

PEMBAHASAN

The Ghost adalah novel ketiga karya Robert Harris yang diterbitkan pada tahun 2007. Novel ini menceritakan tentang seorang penulis bayangan yang mendapat tawaran untuk menulis sebuah buku autobiografi seorang mantan Perdana Menteri Inggris yang kaya raya bernama Adam Lang.

Di awal cerita dikisahkan tentang kematian McAra yang misterius. Ia adalah seorang penulis pribadi dan sahabat setia Adam Lang. McAra adalah orang yang pertama kali mengerjakan proyek buku autobiografi Adam Lang ini. Namun di tengah perjalanan menulis buku autobiografi tersebut, McAra ditemukan tewas terdampar di pantai Lambert’s Cove.

Adam Lang merasa terpukul atas kematian McAra. Selain kehilangan sahabat setianya, proses penulisan proyek buku autobiografi dirinya pun tersendat. Penulisan buku autobiografi tersebut merupakan cara satu-satunya bagi Adam Lang untuk membela diri di depan publik karena ia telah dituduh sebagai penjahat perang. Ia ditengarai telah menciduk empat orang warga negara Inggris di Pakistan beberapa tahun ke belakang, kemudian membawa mereka ke instalasi militer rahasia di Eropa Timur untuk mengalami penyiksaan. Untuk melanjutkan penulisan buku tersebut Adam Lang meminta tokoh “I” sebagai penerus McAra.

Setelah menerima tawaran dan menandatangani perjanjian untuk menyelesaikan penulisan buku autobiografi tersebut, tokoh “I” berangkat menuju Amerika dan bertolak ke Vineyard tempat istimewa dimana naskah-naskah yang dibuat McAra berada. Di Vineyard ia bertemu dengan tim kecil Adam Lang. Disana pula ia bertemu dengan istri Adam Lang yang bernama Ruth.

Untuk melengkapi dan merevisi ulang naskah yang dibuat McAra, ia mulai mewawancarai Adam Lang di meja kerjanya, dimulai dari masa kecil, tempat kuliahnya di Cambridge, pertemuan dengan Ruth dan karir puncaknya sebagai Perdana Menteri. Di tengah pencariannya tokoh “I” menemukan banyak keganjilan, seperti tentang kematian McAra, penulisan yang tidak sesuai, dan sosok Adam Lang yang misterius, karena telah berhubungan dengan badan inteligen Amerika yang bisa saja mengancam nyawanya.

Suasana menjadi genting ketika tokoh “I” bertemu dengan Rycart musuh bebuyutan Adam Lang. Ia dipaksa untuk bekerja pada Rycart dan tidak bekerja lagi pada Adam Lang sebagai penulis bayangan setelah merekam seluruh percakapan mereka. Ia juga diancam akan diciduk ke Mahkamah Konstitusi bila tidak membantu Rycart agar dalam wawancaranya menjebak Adam Lang dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah bahwa ia lah yang telah memerintah penculikan warga Inggris tersebut.

Setelah bertemu Rycart, tokoh “I” kembali menemui Adam Lang di Waldorf. Tanpa menaruh kecurigaan Adam Lang dan beserta tim kecilnya, bertolak ke bandara untuk kembali ke London. Di bandara London terjadi bom bunuh diri yang menyebabkan Adam Lang tewas, dan tokoh “I” menderita luka berat dan dilarikan ke rumah sakit. Hanya Adam Lang lah korban satu-satunya yang tewas.  

Setelah terjadinya peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan oleh George Arthur Boxer, yaitu mantan mayor angkatan darat Inggris, yang putranya terbunuh di Irak dan istrinya meninggal enam bulan setelahnya pada peristiwa bom bunuh diri di London, dan ia menganggap Adam Lang bertanggung jawab secara pribadi.

 Tokoh “I” akhirnya dapat mengungkapkan siapa sebenarnya Adam Lang dengan melihat awal kata setiap bab yang telah disusun McAra. Dari ringkasan cerita di atas dapat terlihat bahwa cerita ini penuh dengan teka-teki (mistery) dan kejutan (surprise). Hal ini disebabkan oleh penggunaan sudut pandang orang pertama (first person point of view) oleh pengarang. Jalan ceritanya disampaikan berdasarkan pandangan, perasaan, dan pengalaman tokoh “I”, yang sekaligus sebagai narator. Karena disampaikan melalui kacamata tokoh “I” maka banyak hal yang menjadi misteri. Hal ini karena keterbatasan pengetahuan tokoh “I” atas apa yang terjadi dan apa yang telah dilakukan tokoh Adam Lang. keterbatasan pengetahuan tokoh “I” pula lah yang membangkitkan konflik batin dalam dirinya. Ia mengira tokoh Adam Lang adalah tokoh yang baik, sehingga ia bersedia ditunjuk sebagai penulis biografinya. Setelah mengetahui kejahatan Adam Lang, ia justru membongkar rahasianya, yang berarti bahwa ia telah mengingkari janjinya. Bahkan gambaran penokohan tokoh-tokoh sentral lainnya pun disajikan melalui pendapat tokoh “I” ini. Hal-hal inilah yang menyebabkan mengapa keterlibatan tokoh “I” di dalam semua peristiwa menjadi sangat dominan.

Tokoh “I” dalam novel ini merupakan tokoh yang paling banyak mengalami konflik. Berbagai perasaan, pikiran, dan peristiwa yang dialami tokoh “I” tertuang dalam teks sehingga penulis menyimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel The Ghost karya Robert Harris ini adalah tokoh “I”.

Selanjutnya, penulis akan membahas unsur fisiologis tokoh utama, yaitu ciri-ciri fisik, tubuh, umur, raut wajah, pakaian yang digunakan dan sebagainya yang dapat dijabarkan dengan indera penglihatan. Dalam teks, pengarang sedikit sekali mengungkapkan ciri-ciri fisiologis tokoh utama. Tokoh utama dalam novel The Ghost adalah seorang pria dewasa yang masih cukup muda. Usia tokoh utama dengan Adam Lang tidak jauh berbeda, tokoh utama lahir pada tahun lima puluhan dan tumbuh dewasa pada era tujuh puluhan. Ketika tokoh utama berusaha mendokumentasikan masa kecil Adam Lang, masa kecilnya juga bercampur baur dengan masa kecil Adam Lang.

…this was not just his childhood we were itemizing, but mine and that of every one who was born in England in the fifties and who grew to maturity in the seventies.[23]



Penampilan tokoh utama ketika di London digambarkan sebagai seorang warga Inggris biasa yang suka mengenakan jaket dan jam tangan. Hal ini diceritakan ketika tokoh utama dirampok saat ia menuju rumah flatnya. Di perjalanan ia dirampok oleh beberapa pemuda berusia dua puluhan dan mengambil paket buku yang diberikan Kroll kepadanya ketika mereka bertemu di Rhinehart Publishing: I checked my inside jacket pocket and then my wrist, I still had my wallet and my watch.[24]

Hal ini diperkuat ketika tokoh utama ingin mengetahui jam berapa ia terbangun saat mendarat di New York untuk menemui Rycart.

I check my watch – and by twenty past I was avoiding the impatient crowds around the baggage carousel and heading out of the gate into the arrivals hall.[25]

Tokoh utama selalu mengenakan jam tangan kemana pun ia pergi, hal ini terbukti ketika tokoh utama terbangun dari tidur di kamar McAra. Ia meraba jam tangannya dan mendekatkan jam tangannya itu ke wajahnya, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

After a while, I let one hand travel crabwise to the bedside table and feel for my watch. I brought it up close to my face. It was seven fifteen.[26]

Dalam menjalani pekerjaannya, tokoh utama selalu mengenakan jaket. Ketika tokoh utama untuk pertama kalinya akan bertemu dengan Adam Lang, tokoh utama memilih setelan kemeja biru pucat, dasi garis-garis yang konservatif, jaket sport dan celana pantalon abu-abu.

For my first ever meeting with a former prime minister, I had decided against a suit – too formal: I would have looked like his lawyer or accountant – and selected instead a pale blue shirt, a conservative striped tie, a sports jacket and a pair of grey trouser.[27]


Selanjutnya tokoh utama dikaji berdasarkan dari segi sosiologisnya, yaitu semua hal yang berhubungan dengan keadaan sosial tokoh utama tersebut. Misalnya pekerjaan, jabatan, status sosial, status ekonomi, kehidupan keluarga, pandangan hidup, agama, aktifitas sosial, organisasi dan lain-lain.

Tokoh utama tinggal di sebuah rumah flat bertingkat di Notting Hill. Ia menempati dua lantai paling atas dan mengarah ke London, lingkungannya suram dan banyak alat-alat suntik bekas pakai diselokan.

It must have been six when I reached my flat. I had the top two floors of a high, stuccoes house in what the residents call Notting Hill and the post office stubbornly insists North Kensington. Used syringes glittered in the gutter; at the halal butchers opposite they did the slaughtering on the premises.[28]

Tokoh utama adalah seorang lulusan universitas Cambridge. Hal tersebut dinyatakan oleh tokoh utama sendiri ketika ia berada di klub bersama Rick dan merasakan suasana klub dan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa lebih muda semenjak lulus universitas: I hadn’t felt so young since I left university. Outside, the winter sky pressed down on London like a great grey tombstone.[29]

Hal di atas dapat diperkuat ketika Lang menceritakan masa kuliahnya di Cambridge. Ia adalah lulusan universitas di Cambridge, ia merasa bagian inilah yang paling termudah karena ia juga pernah kuliah disana, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

I’d always expected that the Cambridge years, from my point of view, were going to be the easiest part of the book to write. I’d been a student there myself, not long after Lang, and the place hadn’t changed much.[30]

Tokoh utama adalah orang kewarganegaraan Inggris. Hal tersebut dibuktikan ketika pertemuannya dengan Rick, Sidney dan Maddox di Rhinehart Publishing UK. Rick membenarkan bahwa temannya itu adalah orang yang berkewarganegaraan Inggris dan harus orang Inggris lah yang menulis buku autobiografi tersebut supaya aksen yang ditulis tepat sasaran: “And you’re a brit. The ghost definitely has to be a brit, I think. To get the jolly old tone right.”[31]

Tokoh utama adalah seorang penulis bayangan. Ia menulis memoar seseorang yang jatuh beberapa jenjang dari tangga ketenaran, atau seseorang yang masih memiliki beberapa jenjang lagi untuk didaki, atau seseorang yang telah mencengkeram puncak dan putus asa menangguk uang sebanyak mungkin selama waktu yang masih tersisa, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

That was the type of person whose memoirs I ghosted: people who had fallen a few rungs down the celebrity ladder, or who had a few rungs left to climb, or who were just about clinging to the top and were desperate to cash in while there was still time.[32]

Dalam melakukan tugasnya, tokoh utama menggunakan perlengkapan yang diperlukan dalam bisnis penulisan bayangan tersebut. Perlengkapannya seperti: alat perekam digital, komputer laptop, dua note moleskin kecil, pensil, dan dua adaptor plastik sesuai colokan sambungan Inggris dan Amerika, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

…I opened my shoulder bag and carefully unpacked the tools of the ghosting trade: a sony walkman digital tape recorder with a stack of MD-R 74 mini discs and a mains lead (I’ve learned the hard way not to rely solelyon batteries); a metallic silver Panasonic toughbook laptop computer, which is not much larger than a hard cover novel, and considerably lighter; a couple a small black moleskine notebooks and three brand-new jetstream rollerball pens, made by the Mitsubishi pencil co.; and finally two white plastic adaptors, one a british multi point plug and one a converter to fit an American socket.[33]

Tokoh utama adalah seorang yang belum berkeluarga, tidak memiliki saudara dan ayah ibunya sudah meninggal, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

Most of my friends had long since entered the kingdom of family life, from whose distant shored, in my experience, no traveler e’er returned. My parents were dead. I had no siblings. [34]


Hal di atas menunjukkan bahwa tokoh utama hidup seorang diri di London. Orang tuanya yang sudah meninggal dan tidak memiliki saudara menunjukkan bahwa ia benar-benar hidup sendiri di kota London.

I don’t actually own a car – I’ve never found much need, living alone in London – and on the rare occasions I hire one, it always seem that another layer of gadgets has been added, so that the instrument panel of the everage family saloon now looks to me like the cockpit of a jumbo.[35]

Tokoh utama memiliki seorang kekasih bernama Kate.  Ketika Kate datang ke rumah flatnya, ia mencium kening Kate dan menuangkan whisky, Seperti terlihat dalam kutipan berikut:”I kissed the top of her head, dropped the books on to the sofa and went into the kitchen to pour myself a whisky.”[36]
Hal di atas diperkuat ketika Kate menelepon tokoh utama dan menanyakan kabarnya. Di akhir pembicaraan mereka Kate berkata bahwa dirinya telah berpacaran dengan orang lain, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

“I am seeing someone else,” she said.      
“Good,” I said, and hung up.
After that there didn’t seem much else to do except go down to the bar and get drunk.[37]

Walaupun tokoh utama memiliki seorang kekasih, akan tetapi hubungan mereka tidak harmonis. Mereka sering bertengkar, hal ini terbukti oleh pernyataan tokoh utama sendiri ketika pertengkarannya dengan Kate bahwa mereka pernah mengalami pertengkaran yang lebih hebat.


I knew if I went in I could retrieve the situation. She was probably expecting it: we’d had worse rows. I’d have been obliged to concede that she was right, acknowledge my unsuit ability for the task; affirm her moral and intellectual superiority in this as as in all things.[38]

Walau pun hubungan mereka tidak harmonis dan sering terjadi pertengkaran, tokoh utama mengakui bahwa Kate adalah kekasihnya yang paling bertahan lama menjalin hubungan. Hal ini terbukti ketika ia berkhayal jika semua mantan kekasihnya berkumpul semua, maka Kate lah yang menjadi tamu kehormatan: And if, God forbid, this gathering were ever to accur, Kate would be the undisputed guest of honour.[39]

Setelah penulis mengkaji tokoh utama berdasarkan sosiologisnya, penulis akan mengkaji tokoh utama berdasarkan psikologisnya, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan kejiwaan dan kepribadiannya, misalnya perasaan, mentalitas, temperamen, keadaan emosi dan lain-lain. Beberapa sifat yang terbentuk melalui kejadian-kejadian yang dialami dan akan berpengaruh terhadap sikap dan karakter tokoh utama.

Tokoh utama adalah seorang penulis bayangan yang handal, mampu menyusun sebuah buku autobiografi yang layak dan melejit ke puncak tangga buku laris, seperti memoar seorang ahli sulap TV, keterampilan sebagai ilusionis untuk menciptakan kehidupan baru, seperti yang terlihat dalam kutipan berikut.

I’d pitched him an idea the year before, the memoirs of TV magician who had – of course! – been abused in childhood, but who had used his skill as an illusionist to conjure up a new life, etc., etc. he’d turned it down flat. The book had gone straight to number one: I Came, I Sawed, i Conquered. He still bore a grudge.[40]

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Ruth Lang, istri Adam Lang, Ruth menilai buku autobiografi Christy yang sanggup mengubahnya menjadi sesuatu yang mirip kisah hidup manusia sejati. Ruth merekomendasikannya kepada suaminya bahwa ia lah yang mereka cari untuk menulis memoar suaminya Adam Lang.

No? Why? They were brilliant, in a horrible kind of a way. Listening to his scrambled stories over dinner and then seeing how you’d turned them into something resembling a life – I said to Adam then: ‘this is the man you need to write your book.’ [41]

Tidak hanya Ruth yang menilai bahwa tokoh utama yang patut menerima tugas meneruskan buku autobiografi Adam Lang, Adam Lang sendiri telah mengatakan kepada tokoh utama akan ketertarikannya pada karya-karya tokoh utama. Tokoh utama terkejut bahwa karyanya akan menarik perhatian seorang perdana menteriyang penuh kharismatik. Lang berharap bukunya itu akan sebaik Christy Costello, sebuah memoar yang masuk akal: Christy Costello! Brilliant. If you can make sense out of his life, you might even be able to make sense out of mine. [42]

Tokoh utama dalam melakukan usahanya membongkar konspirasi antara CIA dengan Adam Lang, selalu dibarengi oleh perasaan plin-plan atau keragu-raguan. Hal ini dapat dibuktikan ketika ia berpikir dalam pilihan-pilihan yang akan ia lalui. Ia berpikir bahwa bisa saja ia berusaha merombak 621 halaman menjadi sesuatu yang layak untuk diterbitkan dan mengambil bayaran yang setimpal untuk pekerjaannya itu, atau menunggu seseorang untuk membantunya dan terus berkeliaran di tepian proyek besar ini.

…. Or I could seize control of it my self, try to knock these six hundred and twenty-one ineffable pages into some kind of publishable shape, take my two hundred and fifty grand, and head of to lie on a beach somewhere for a month until I had forgotten all about the Langs.[43]

Keragu-raguan dan plin-plan tokoh utama disebabkan karena masalah yang dihadapinya sangatlah berat. Apalagi masalahnya ini berhubungan dengan Intelijen Amerika yang nota bene pendahulunya McAra mati terdampar karena keingintahuannya membongkar semua seluk beluk Adam Lang sebagai penjahat perang. Ini terbukti ketika tokoh utama akan bertemu dengan Rycart. Tokoh utama ragu apakah ia harus terbang ke New York untuk menemui Rycart atau pulang ke London.

At that point yet another choice presented itself. Terminal B – the shuttle to New York and rycart – or terminal E: International departures and an evening flight back to London? I hadn’t considered that before. I had my passport; everything. I could simply walk away.[44]

Hal di atas diperkuat ketika tokoh utama mewawancarai Adam Lang, ia pernah mencoba untuk keluar jalur dari topik pembicaraan namun ia mengalami keragu-raguan. Ia sempat berpikir untuk menanyakan lebih jauh perihal kematian McAra kepada Adam Lang. Akan tetapi ia mengurungkan niatnya dan melanjutkan kembali tugasnya sebagai penulis bayangan.

It was rather to satisfy my own curiosity. But I also knew I did not have the time to indulge my self: I had to press on. And so I did as he requested and changed the subject.[45]

Bahkan ketika tokoh utama sudah bertemu dengan Rycart. Tokoh utama terus memikirkan Adam Lang. memikirkan dirinya yang telah berkhianat, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

I kept thinking of Lang – of what he would think if he could see me talking to his would be nemesis. I was breaking every rule in the ghosting guide book. I was in breach of the confidentially agreement I’d signed with Rhinehart. It was professional suicide. [46]


Selanjutnya penulis akan membahas sebab-sebab terjadinya konflik batin tokoh utama dan penyelesaiannya. Sosok Adam Lang yang misterius menjadi pusat perhatian tokoh utama dan mempengaruhi kehidupannya.

Tokoh utama mengalami beberapa konflik batin. Konflik batin ini disebabkan baik oleh konflik eksternal maupun konflik internal yang terjadi secara bersama-sama atau berurutan. Konflik eksternal antara Adam Lang dan Richard Rycart adalah penyebab pertama tokoh utama mengalami konflik batin.

Hal tersebut disebabkan karena sebelumnya tokoh utama tidak mengira bahwa kasus yang dialami oleh kliennya, Adam Lang, merupakan kasus yang besar hingga diadukan ke Mahkamah Konstitusi Internasional. Tokoh utama membaca di koran harian The New York Times terpampang di halaman depan bahwa pengadilan kejahatan perang akan menyidangkan mantan Perdana Menteri Inggris.

I bought a copy of The New York up there and went into the restaurant, where I drunk three glasses of orange juice straight of, before turning my attention to the paper.  Lang wasn’t buried in the international section any longer. He was right up there on the front page:

WAR CRIMES COURT
TO RULE ON BRITISH
EX-PREMIER[47]


Pengaduan itu dilakukan oleh duta besar kemanusiaan PBB yang bernama Rychard Rycart karena ia telah menemukan beberapa fakta bahwa penculikan empat warga Negara Inggris tersebut atas persetujuan dan perintah Adam Lang lima tahun yang lalu. Ia telah memberikan sejumlah dokumen kepada Mahkamah Internasional beberapa minggu sebelumnya, hal tersebut dapat dilihat melalui kutipan berikut.

In a statement issued from his office in New York, Mr Rycart said he had passed a number of documents to the ICC some weeks ago. The documents – details of which were leaked to a British newspaper at the weekend – allegedly show that Mr Lang, as prime minister, personally authorized the seizure of four British citizens in Pakistan five years ago.[48]

    
Lang terjerat UU pelanggaran hak asasi manusia pasal tujuh Undang-Undang Roma tahun 1998, di bawah judul pelanggaran hak-hak asasi manusia, dan juga di bawah pasal delapan, yaitu kejahatan perang, seperti terlihat dalam kutipan berikut: Article Seven of the 1998 Rome Statue, under the heading of crimes against humanity, and also under Article Eight, that is war crimes’[49]

Lang juga terjerat pasal dua puluh lima, yang mengatur tanggung jawab individual bila memfasilitasi pelaksanaan kejahatan, mendukung, berkolusi atau membantu pelaksanaan kejahatan atau percobaannya termasuk sarana pelaksanaan kejahatannya.

“a person shall be criminally responsible and riable for funishment if that person facilitates the commission of such a crime, aids, abets or otherwise assist in its commission or its attemped commission, including the means for its commission”.[50]

Bukan hanya itu saja tokoh utama juga diharuskan menyelesaikan penulisan buku itu di kamar McAra di Rhinehart House. Hal tersebut untuk menghindari adanya serangan dari media yang secara perlahan mereka akan mengetahui hubungan tokoh utama dengan Adam Lang dan mengajukan beberapa pertanyaan. Padahal, sebagai penulis bayangan, tokoh utama mempunyai aturan untuk tidak menginap di rumah klien.

‘I always make it a rule not to sleep in a client’s house,’ I said, attempting to keep my voice light and offhand. I often find, at the end of a working day, it’s vital to get away.’[51]

Hal di atas menyebabkan tokoh utama menyesal karena ia pada awalnya beranggapan proses pembuatan buku autobiografi itu berjalan seperti halnya ia menulis buku autobiografi lainnya, akan tetapi situasi menjadi panik dan menjerumuskan tokoh utama ke dalam situasi politik yang rumit. Tokoh utama secara pribadi menyesali keterlibatan dirinya menyelesaikan buku autobiografi tersebut dan bergabung menjadi bagian tim Adam Lang Sehingga terjadilah konflik batin terhadap dirinya (man agains himself).

And this is where, in that parallel life, I express polite sympathy for the elderly Mrs McAra (‘such a shock to lose a child at thet age’), fold my heavy linen napkin, finish my drink, say good bye, and step out into the chillyLondon street with the whole of my undistinguished career stretching safely ahead of me.[52]

Penyesalan tersebut menyebabkan tokoh utama dihinggapi dorongan yang sangat luar biasa untuk keluar dari Rhinehart house akan tetapi ia diharuskan berada di dalam rumah tersebut karena situasi yang tidak kondusif. Banyak wartawan-wartawan berkeliaran mencari informasi dan pengunjuk rasa yang meneriakkan Adam Lang sebagai penjahat perang. Tokoh utama tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia telah menjadi bagian dari mereka.

I pictured Kate, smugly watching the live coverage in her office in London, and was seized by a fantastic desire to run out and start twirling, like Julie Andrews at the start of The Sound of Music: Yes, it’s me! I’m here with the war criminal! I’m an accomplice![53]


Hal di atas diperkuat oleh pernyataan Amelia ketika Amelia menunjukkan kamar McAra untuk ditempati oleh tokoh utama. Amelia mengatakan bahwa tokoh utama menjadi bagian dari mereka, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

We’re due to get the ICC announcement in less than thirty minutes. Why don’t you settle in here, and than come up and join us? Whatever’s decided will affect you. You’re practically one of us now.[54]

Kejadian di atas juga menyebabkan tokoh utama merasa takut. Takut akan mengacaukan penilaian manusia. Takut bila buku autobiografi tersebut telah sukses menarik hati pembacanya dan menaruh simpati pada Adam Lang. Padahal apa-apa yang sudah dikerjakannya selama ini, sudah mendapatkan pencerahan yang baik untuk buku autobiografi Adam Lang tersebut. Ia pada awalnya sangat optimis dalam penulisan memoar tersebut. Di hari pertama ia sudah mendapatkan seratus halaman materi: For the first time since arriving on the island, I felt the warm breath of optimism.[55] Hal tersebut dikarenakan rencana penulisan tokoh utama sejalan dengan alur cerita yang diungkapkan oleh Adam Lang itu sendiri yang sangat menarik, yaitu seorang perdana menteri yang awal mulanya tidak sama sekali berminat ke dunia politik: ‘Jesus, no,’ said Lang. ‘not at all.’ I had absolutely no interest in politic, either as a child or as teenager.[56]

Di sisi lain, ia menggemari sosok Adam Lang sewaktu menjabat sebagai perdana menteri. Hal ini terbukti oleh pernyataan Rycart kepadanya bahwa ia telah terpesona oleh Lang, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

‘You almost make me feel sorry for him.’
Rycart gave me a sharp look.’He’s charmed you, hasn’t he? Charm! the English disease.’[57]

Ketertarikan tokoh utama terhadap Adam Lang bukan hanya ketika ia bertemu pertama kalinya untuk wawancara, akan tetapi di waktu pemilihan umum, ia telah memilih Adam Lang sebagai Perdana Penteri Inggris. Hal ini terbukti ketika Rick bertanya apakah ia memilih Adam Lang dalam pemilu, dan ia menjawab tentu saja. Tokoh utama beranggapan bahwa semua orang memilihnya dan ia bukan hanya politikus tetapi juga sebagai tren.

‘You voted him, didn’t you?’
‘Adam Lang? Of course I did. Everybody voted for him. He wasn’t politician; he was a craze.’[58]

Dengan adanya pemberitaan tentang Adam Lang yang akan diciduk ke Mahkamah Konstitusi Internasional, menyebabkan tokoh utama merasa pesimis untuk menyelesaikan buku autobiografi tersebut. Ia mengalami gejolak batin antara menyelesaikan buku tersebut atau mencoba menguak misteri konspirasi Adam Lang. Gejolak batin itu juga muncul dikarenakan ia merasa dikelabui, ditinggalkan dan dimanfaatkan.

I suppose I was afraid, and fear distorts one’s judgement even more than alcohol and exhaustion. I felt duped, abandoned, aggrieved.[59]

     Dalam situasi yang tidak menyenangkan tersebut, walaupun tokoh utama sangat sulit untuk menerima bahwa dirinya adalah bagian dari kelompok Adam Lang, akan tetapi dengan adanya rasa penasaran, ia berusaha mencari informasi tentang kebenaran tersebut. Menurutnya, rasa penasaran  adalah dorongan manusia yang kuat dibawah seks dan keserakahan, seperti yang terlihat dalam kutipan berikut.

What would there be to see? But curiousity is a powerful human impulse – some distance below sex and greed, I grant you, but far a head of altruism-and I was simply curious.[60]

Tokoh utama selalu didorong oleh rasa penasaran dalam benaknya. Ia membiarkan rasa penasarannya itu menguasai dirinya dan membiarkan rasa penasaran itu untuk mengambil keputusan: I took my coffee over to a corner seat and considered where my curiosity had led me.[61]

Walaupun rasa penasaran selalu ada dalam hatinya, akan tetapi secara bersamaan ia juga sebenarnya ingin menjauhi semua perkara ini.

…. Or I could seize control of it my self, try to knock these six hundred and twenty-one ineffable pages into some kind of publishable shape, take my two hundred and fifty grand, and head of to lie on a beach somewhere for a month until I had forgotten all about the Langs.[62]

Emosi tokoh utama memuncak ketika dihinggapi rasa jengkel yang mendalam, karena apa yang ia temukan mengenai Adam Lang sama sekali diluar perkiraannya, seperti yang tertulis dalam kutipan berikut.

I was more irritating than anything. It certainly didn’t strike me as sinister. Everybody tends to highten their own reality. We start with a private fantasy about our lives and perhaps one day, for fun, we turn it into an anecdote.[63]

Hal di atas disebabkan karena Tokoh utama menemukan kejanggalan tentang awal mula Lang muncul ke dunia politik. Di dalam naskah McAra, diceritakan bahwa Lang terjun ke dunia politik ketika ia jatuh cinta pada seorang gadis yang mengetuk pintu rumahnya untuk mengajaknya berkampanye pada tahun 1977. Akan tetapi setelah ia melihat kartu keanggotaan pertama milik Lang, kartu itu berasal dari tahun 1975.

… and Lang’s original party membership card. It was only when I saw the date on the card that I rocked back on my heels. It was from 1975.[64]
    

Walaupun usaha tokoh utama dalam menguak tokoh kontroversi Adam Lang membuahkan hasil akan tetapi tokoh utama frustasi karena email yang dikirimnya dari Rhineheart House ke email pribadinya tersebut seolah-olah terhapus dari inbox dengan sendirinya, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

I saw at once that something was wrong. There was the usual queue of a dozen junk messages, offering me everything from venis enlargment to the wall street journal, plus an email from Rick’s office confirming the payment of the first part of the advance. Just about the only thing that wasn’t listed was the email i had sent myself that afternoon.[65]

Kejadian di atas menyebabkan tokoh utama curiga bahwa ada sesuatu yang sangat rahasia yang memiliki akses ke komputer-komputer salah satu konglomerat internet terbesar dunia tersebut, dan mampu menutupi jejak mereka sesuka hati.

The other was that the file had since been deleted. But how could that have happened? Deletion would imply that someone had direct access to the computers of one of the world’s biggest internet conglomerates, and was able to cover their tracks at will. It would also imply had to imply that my emails were all being monitored.[66]

Tokoh utama juga terkejut setelah mengetahui di internet bahwa teman Adam Lang yang bernama Paul Emmet adalah seorang anggota CIA yang bergabung pada tahun 1967 atau 1970. Tokoh utama mengetahui Paul Emmet dari sebuah foto ketika mereka berada di sebuah panggung bersama-sama disaat mereka di bangku kuliah. Hal di atas adalah sesuatu yang mengerikan bagi tokoh utama karena calon perdana menteri dan orang yang diduga bekerja untuk CIA mondar-mandir mengenakan topi dan sarung tangan dalam pertunjukan drama.

Yale graduate Paul Emmett was reported by CIA whistleblower Frank Molinari to have joined the Agency as an officer in either 1969 or 1970, where he was assigned to the foreign resources Division of the Directorate of Operations. (Source: inside the Agency, Amsterdam, 1977).[67]

Hal di atas menyebabkan tokoh utama semakin jelas dan paham bahwa dirinya terpanggil untuk mengungkapkan kebenaran yang terjadi dengan tokoh kontroversial Adam Lang. Ia mengakui bahwa dirinya secara perlahan telah menapaktilasi jejak McAra. Ia memutuskan untuk menghubungi Richard Rycart.

I turned the picture over and considered the number scrawled on the back, and more I considered it, the more obvious it seemed that there was only one course of action open to me. The fact that I would, once again, be trailing along in the footsteps of McAra could not be helped.[68]

Keberadaan Rycart menyadarkan tokoh utama bahwa dirinya benar-benar berhadapan dengan CIA. Rycart menceritakan keberadaan Paul Emmet dan kapasitasnya di Arcadia Institution. Ia semakin putus asa karena beban yang ditanggungnya sangat berat, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

His name is Paul Emmet. Suddenly I couldn’t get the words out fast enough. I was desparate to unburden myself-to share it- to let someone else try to make sense of it.[69]

Walau pun pertemuannya dengan Rycart telah mendapatkan pencerahan baru, akan tetapi malah menempatkan posisi tokoh utama pada hal yang paling sulit. Rycart menginginkan tokoh utama untuk memancing dan merancang pertanyaan-pertanyaan yang pada akhirnya akan menjebak Adam Lang. Hal di atas menyebabkan tokoh utama dihinggapi perasaan menyesal bertemu dengan Rycart dan menceritakan kondisi Adam Lang saat itu.

‘Well’ I said, wincing slightly, I’m in atricky position. I’m supposed to be helping him with his memoirs. I have a legal obligation not to divulge to a third party anything I hear in the course of my work.[70]

Rycart mengajak tokoh utama untuk bekerja dengannya dan tidak lagi bekerja untuk Adam Lang, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

… you are not working for Lang anymore. He smiled, showing again that row of teeth, more brilliantly white than anything in nature. You are working for me.[71]

Hal di atas menyebabkan posisinya yang penuh dengan konflik batin, karena disamping ia sudah terlanjur untuk mengungkapkan keberadaan dan menyerahkan bukti-bukti kuat seperti foto Adam Lang dengan Paul Emmet, perbincangannya dengan Rycart pun ternyata telah direkam oleh Frank, anak buah Rycart. Rycart mengancam rekaman pembicaraan mereka akan diserahkan kepada jaksa sebagai bukti bila ia tidak menyanggupi.

‘Then I’ll give her this,’ said Rycart, and opened his jacket to show a small microphone clipped to the front of his shirt with a wire trailing into his inside pocket.[72]

Peristiwa di atas menempatkan posisi tokoh utama pada posisi yang membingungkan. Ia bingung apa yang harus dilakukannya karena tidak ada cara untuk meloloskan diri. Menurutnya, ia bisa saja pura-pura jatuh pingsan atau mengaku ada urusan lain dan meninggalkan kekisruhan ini. Ia merasa tidak ada sarana untuk keluar dari jeratan politik pertentangan antara Adam Lang dan Rycart.

Now what am I supposed to do? I wondered. Faint? Plead a prior engagement? I seemed to be trapped on a moving walkaway with no means of escape.[73]


 Penyebab tokoh utama ingin menemui Rycart karena tokoh utama tidak puas dengan informasi yang ia peroleh dari Paul Emmett. Paul Emmett tidak mengakui bahwa dirinya telah mengenal Adam Lang: ‘Well, that’s decent of him,’ said Emmett.’ And his instincts as prime minister were good, in my judgement. But that doesn’t mean i know him.’[74]

Walaupun Emmett tidak mengakuinya, akan tetapi tokoh utama dapat menunjukkan foto nya bersama Adam Lang dan tokoh-tokoh lain. Setelah foto itu ditunjukkan, Emmett tetap saja dapat mengelak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepannya. Hal ini terbukti ketika tokoh utama menanyakan nama-nama yang berada di foto tersebut, Emmett hanya menjawab bahwa hal itu sudah menjadi bayang-bayang kabur yang menyenangkan.

‘Can you tell me the names of any of the others in the picture? The girls perhaps?’
‘I’am sorry. That summer is just a blur – a long and happy blurr. The world may have been going to pieces around us, but we were making merry.’[75]

Paul Emmett adalah presiden sekaligus kepala eksekutif yang pertama di Arcadia Institution. Tokoh utama yakin bahwa Paul Emmett benar-benar seorang yang berada di balik layar yang sangat berpengaruh. Hal tersebut dikarenakan tokoh utama menemukan bahwa tujuan didirikan institusi tersebut adalah untuk memajukan hubungan antara Inggris dan Amerika serta mendukung demokrasi dan kebebasan berpendapat yang ideal yang dijunjung tinggi oleh kedua negara tersebut baik dalam masa perang maupun masa damai. Institusi tersebut juga mendukung riset pascasarjana dalam bidang budaya, politik dan topik-topik strategis yang menyangkut kepentingan bersama.

The aim of the institution, the ebsite said, was ‘to further Anglo-American relations and foster the timeless ideals of democracy and free speech for which our two nation have always stood in times of peace and war’. This was to be achieved ‘through seminars, policy program, conferences and leadership develoment initiatives’, as well as through the publication of a bi-annual journal, the arcadian review, and the funding of ten Arcadia Scholar ship, awarded annually, for postgraduate research into’cultural, political and strategic subjects of mutual interest to great Britain and the United States’.[76]

Dalam usahanya membongkar konspirasi, tokoh utama mencari petunjuk dari jasa internet. Ia menemukan bahwa pesawat Gulfstream IV milik Hallington, antara bulan Februari dan Juli pada tahun yang sama, tercatat melakukan kunjungan ke Guantanamo tempat empat warga negara Inggris itu ditahan dan disiksa. Ia menilai pesawat Gulfstream inilah sebagai bukti konspirasi CIA dalam melakukan misinya. Catatan pesawat tersebut juga memperlihatkan kunjungan ke Afganistan, Maroko, Dubai, Yordania, Italia, Jepang, Swiss, Azerbaizan dan Republik Ceko. Pesawat ini pula diyakini mendarat di pangkalan militer Starev kiejkuty di Polandia, tempat CIA diyakini memiliki pusat penahan rahasia.

The Hallington Gulfstream four was clandestinely photographed – minus it’s corporate logo – at the Stare Kiejjuty military base in Poland, where the CIA is believed to have maintained a secret detention center, on Februari 18.[77]

Tokoh utama juga menemukan kejanggalan atas kematian McAra. Kejanggalan karena saksi satu-satunya, Annabeth, yang telah menemukan McAra terdampar dan telah melihat sesosok lain yang menggunakan senter. Berita ini ia dapatkan dari seorang kakek yang ia temui tidak jauh dari tempat terdamparnya McAra. Ketika kakek itu bersaksi, tidak ada yang mempercayainya karena sudah lanjut usia. Kini saksi mata itu telah mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya koma dan tidak pernah memberikan kesaksian kepada polisi: She fell downstairs two weeks ago. Been in a coma ever since. Poor Annabeth.[78]

Kematian McAra juga diduga bukan karena ia tenggelam karena kecelakaan, akan tetapi sebelumnya ia mengalami penyiksaan interogasi dimana ia diikat erat-erat dan dibaringkan diatas papan yang miring, sehingga kakinya lebih tinggi dari pada kepala. Penyiksaan ini disebut dengan penyiksaan water boarding. Kepala yang diinterogasi ditutup dengan kain dan petugas interogasi menuangkan air terus menerus ke wajahnya. Teknik interogasi ini digunakan CIA supaya tawanan mengalami efek menyerah. Bukan hanya itu saja, tokoh utama semakin yakin ketika pertemuannya dengan Emmett, ia memikirkan komentar Emmett mengenai kematian McAra, bahwa tenggelam bukanlah menyakitkan, tetapi yang jelas sangat menyiksa.

I thought especially, of Emmett’s comment about McAra’s death – that drowning wasn’t painless, but agonizing. It had struck me at the time as an odd thing for a professor to say.[79]

Penyiksaan dengan metode ini juga telah dilakukan kepada empat warga negara Inggris tersebut. Tokoh utama menemukan di salah satu situs berita Washington Post, bahwa empat warga negara Inggris Ashraf, Shakeel Qazi, Salim Khan, dan Faruk Ahmed dikabarkan telah diculik oleh petugas CIA dari Peshawar, Pakistan. Mr. Ashraf dilaporkan telah meninggal akibat gagal jantung setelah proses interogasi yang dinamakan “Water Boarding”.

     This was two days after four British citizen – Nasir Ashraf, Shakeel Qazi, Salim Khan and Faruk Ahmed – were allegedly kidnapped by CIA operatives from Peshawar, Pakistan. Mr Ashraf is reported to have died of heart failure after the interrogation procedure known as “Water Boarding”.[80]

Tokoh utama sangat terkejut dengan metode penyiksaan tersebut. Apa yang dialami oleh McAra mungkin saja sama dengan yang dialami oleh empat warga negara Inggris sebelumnya. Yang paling mengerikan, posisinya yang menggantikan McAra dan mungkin saja suatu saat nanti ia tewas seperti yang dialami olah Ashraf dan McAra. Water boarding dapat menimbulkan rasa sakit dan kerusakan yang luar biasa pada paru-paru, kerusakan pada jaringan otak akibat kekurangan oksigen, patah tulang kering atau paha dan kerusakan otot akibat melawan ikatan, dan trauma psikologis jangka panjang, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

     Water boarding can cause severe pain and damage due to oxygen deprivation, limb breakage and dislocation due to struggling againts restraints, and long-term psyhological trauma. [81]

Tokoh utama juga mengalami konflik batin yang amat dalam ketika ia berkhianat kepada Adam Lang. Profesinya yang seharusnya memberikan jalan keluar dalam penulisan, ia malah mencoba mencari bukti dan fakta-fakta kejahatan Lang. Tindakannya itu menghancurkan etika dan moto sebagai penulis bayangan. Hal ini membuat tokoh utama harus melawan kepribadiannya sebagai penulis bayangan terjadinya konflik di dalam dirinya (man against himself), untuk lebih jelasnya penulis akan mengutip etiket dan moto penulis bayangan sebagai berikut.

It’s not an uncommon dilemma in the ghosting business, and the etiquette is simple: you draw a discrepancy to the author’s attention, and leave it up to them to decide how to resolve it. The collaborator’s responsibility is not to insist on the absolute truth; if it were, our end of the publishing industry would collapse under the dead weight of reality. Just as the beautician doesn’t tell her client that she has a face like a sack of toads, so the ghost doesn’t confront the autobiographer are false. Don’t dictate facilitate: that is our motto. [82]

Hal ini terbukti di akhir cerita tokoh utama menyatakan bahwa dirinya berada dalam posisi penuh dilema. Perasaannya bercampur antara senang dan kecewa, senang karena pada akhirnya tokoh utama dapat menyuarakan kata-katanya sendiri, kecewa karena barangkali berarti dirinya sudah mati sebagai penulis bayangan.

This put me in something of dilemma, as you may appreciate, now that we reach the final paragraph. Am I supposed to be pleased that you are reading this, or not? Pleased, of course, to speak at last in my own voice. Disappointed, obviously, that it probably means I’m that. But, then, as my mother used to say, I’m afraid in this life you just can’t have everything. [83]

Konflik batin yang dihadapi oleh tokoh utama juga diperkuat karena sesungguhnya ia tidak menyukai dunia politik. Ia sama sekali tidak pernah terjun ke dunia politik, seperti yang dikatakan oleh Kate. Kate kaget saat tokoh utama bertemu dengan agennya dan mengetahui bahwa tokoh utama baru saja bertemu untuk membicarakan memoar Adam Lang, mantan Perdana Menteri Inggris yang kontroversial, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

‘What’s all this?’ she said, looking up at me. ‘You’re not interested in politics.’ And then she realized what was going on, because she was smart – smarter than I was.[84]

Hal ini terbukti oleh pernyataannya sendiri ketika bertemu dengan Rick di klub di sebuah tempat di London. Bahwa dia tidak tahu menahu tentang dunia politik: ‘You realize I don’t know anything about politics?’ I said when I got back. [85]

     Konflik batin yang dialami oleh tokoh utama juga disebabkan konflik dengan lingkungannya (man againts environment), rakyat Amerika yang berada di sekitar Vineyard Haven dan Edgard Town menaruh curiga pada orang Inggris. Ketika ia ke pantai Lambert Cove dan bertemu dengan seorang kakek tua, kakek tua itu sangat yakin bahwa ia adalah orang Inggris dan bekerja untuk Lang: ‘British, eh?’ he repeated. He studied me through rimless spectacles. ‘You anything to do with this feller Lang?’[86]

Hal di atas diperkuat ketika ia berada di sebuah Kafe di hotel dimana ia tinggal. Seorang pria kekar mendekatinya dan menanyakan perihal tentang Adam Lang. Ia menebak bahwa tokoh utama adalah orang Inggris: ‘You’re English?’ said a man at the table in the corner. He must have heard me ordering. He was the only other customer in the bar. [87]

Tokoh utama menapaktilasi jejak McAra karena ia merasa risau bahwa mungkin saja McAra tewas karena dibunuh. Hal tersebut dikaitkan ketika tokoh utama dirampok saat ia pulang ke rumah flatnya dan membawa buku-buku yang diberikan Kroll kepadanya. Perampok itu membawa buku-buku milik Kroll yang diberikan kepadanya.

     Oddly enough, it wasn’t until saw the sign for the ferry that I remembered to spare a thought for McAra. Not supprisingly, the dead man’s shoes aspect of the assignment wasn’t one I cared to dwell on, especially after my mugging.[88]

Hal di atas juga disebabkan karena ia selalu di bayang-bayangi oleh kematian McAra yang tragis dan misterius. Ia mencoba membayangkan satu persatu yang dilakukan oleh McAra di dalam feri sebelum ia terjatuh. Ia pergi ke atas geladak kapal dan membayangkan McAra terpelanting ke dalam laut yang dingin.

You’d hit that heaving icy black water with a smack that would take you ten feet under, and by the time you came up the ship might be a hundred yards away.[89] 

Sebagai pewaris McAra, bayangan McAra selalu menghantui tokoh utama sehingga ia berusaha mencari informasi ke Lamberts Cove tempat McAra terdampar kaku. Ia bertemu dengan seorang kakek yang sudah lama tinggal. Kakek itu menilai kematian McAra merupakan kematian yang tak wajar dan aneh, tidak mungkin arus laut akan membawanya ke pantai Lamberts Cove pada akhir bulan-bulan ini, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

     ‘Now that was a funny business,’He said. ‘You mean the british guy a few weeks ago? No way should thet current have carried him this far west. Not at this time of year.’[90] 

Keinginannya dalam menguak misteri kematian McAra disebabkan karena ketika pertama kali ia menginjakkan kakinya di Rhineheart haven, ia selalu memimpikan McAra, padahal ia belum pernah bertemu sebelumnya. Ia bermimpi membuntuti Adam Lang menyusuri labirin berlantai batu bata merah dalam hujan yang berderai. Ketika ia masuk taksi dan si sopir berpaling untuk bertanya kemana hendak pergi, wajahnya adalah wajah McAra yang muram, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

I double locked the door before I went to bed that night and dreamed I was following Adam Lang through a maze of rainy red-brick streets. When I got into a minicab and the driver turned round to ask me where I wanted to go, he had McAra’s lugubrious face.[91]

Setelah menemui banyak kejanggalan dan kecurigaan, tokoh utama memutuskan untuk melanggar peraturan yang berlaku di Rhinehart bahwa tidak boleh membawa manuskrip-manuskrip ke luar rumah Rhinehart berikut dengan data penting lainnya termasuk naskah yang dibuat McAra. Tokoh utama membawa dokumen-dokumen rahasia itu dan pergi meninggalkan Rhineheart House.

I put the manuscript into my suitcase, along with the package from the archieve zipped them up, and went out into the corridor.[92]

Selanjutnya penulis akan menjelaskan bagaimana ironi dan latar mempengaruhi konflik batin tokoh utama. Penulis menemukan banyaknya ironi yang mempengaruhi konflik batin tokoh utama. Ironi pertama yaitu ironi verbal. ketika bertemu pertama kalinya dengan Rick di sebuah café di London, dia terjerat oleh ajakan Rick padahal dalam hatinya dia tidak menyukai awal mula cerita kematian McAra. Hal ini dinyatakan oleh tokoh utama sendiri bahwa dirinya telah terjerat oleh Rick dan menilai Rick adalah seorang pencerita yang hebat, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

The moment I heard how McAra died I should have walked away. I can see that now. I should have said, ‘Rick, I’m sorry, this is not for me, I don’t like the sound of it,’ finish my drink and left. [93]

Ketidak-tegasan tokoh utama dalam mengambil keputusan memperlihatkan bahwa tokoh utama adalah seseorang yang mudah terbujuk yang pada akhirnya bersimpati pada Rick dan mempertimbangkan ajakannya. Terutama ketika Rick berkata anak-anak kita tidak akan kelaparan dengan adanya proyek ini walaupun ia sebenarnya belum punya anak, namun Rick punya, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

“No. I promise you”. They need to do something radical – take a risk. It’s a great opportunity for you. And the money will be good. The kids won’t starve. I don’t have any kids. No, said Rick with a wink, but I do.[94]

Simpati tokoh utama terhadap Rick mempertemukan tokoh utama dengan orang-orang penting di Rhinehart Inc. dan utusan Lang dari Washington, seperti John Maddox, pemimpin eksekutif Rhinehart Inc. Sidney Kroll pengacara Adam Lang. Roy Quigley sebagai editor-in-chief UK. Pertemuan di Rhinehart tersebut tokoh utama menerima tawaran untuk menjadi penulis bayangan Adam Lang.

‘We’ll go with you,’ said Maddox. He stood and reached over and shook my hand. ‘Subject to reaching a satisfactory agreement with Rick here, of course.’[95]


Tokoh utama menerima tawaran dari penerbit Rhinehart UK karena selain telah terbujuk oleh Rick, juga karena penerbit Rhinehart adalah penerbit populer di Inggris. Tokoh utama sebelumnya pernah menjual ide kepada Roy Quigley tentang memoar seorang ahli sulap TV, akan tetapi ia menolaknya mentah-mentah.

I’d pitched him an idea the year before, the memoirs of a Tv magician who had-of course!- been abused in childhood, but who had used his skill as an illusioneist to conjure up a new life, etc., etc. he’d turned it down flat. [96]

Tokoh utama juga ingin membuktikan bahwa dia adalah seorang penulis bayangan yang handal. Terutama setelah ia telah diberi kesempatan untuk menulis memoar seorang mantan perdana menteri. Tokoh utama merasa inilah waktu yang tepat untuk menerima dan membuktikan kepada Roy Quigley bahwa ia mampu melakukan tugas itu. Buktinya ketika idenya kepada Roy Quigley yang ditolak mentah-mentah, akhirnya langsung melejit ke puncak tangga buku laris di Inggris: The book had gone straight to number one: I Came, I Sawed, I Conquered. He still bore a grudge.[97]

Ironi verbal dialami oleh tokoh utama ketika ia menutupi kepercayaannya akan data yang ia peroleh dan ia mencoba menjawab pernyataan Ruth Lang dengan tidak memgerti apa-apa. Padahal dalam hatinya membenarkan bahwa tidak mungkin seorang pemuda tampan delapan belas tahun kuliah di Cambridge tanpa setitik pun minat pada politik, yang menghabiskan waktunya dengan bermain drama, minum-minum dan mengejar gadis.

‘No, no, not that. Not that at all.’ (Yes, it what I meant: yes, yes, that; of course.) ‘No. I don’t understand why, by the time he’s twenty two or twenty three, he’s suddenly a member of a political party.’ [98]

Ironi verbal lainnya dialami oleh tokoh utama adalah ketika Ruth melihat ada sebuah nomor di belakang foto Adam Lang. Lalu Ruth bertanya pada tokoh utama apakah ia menelepon Rycart, lalu tokoh utama menjawab bukan dirinya yang menelepon akan tetapi McAra. Padahal ia sempat menelepon nomor tersebut dan telah menemukan pencerahan:  ‘You’ve been calling Richard rycart?’ She gasped. I haven’t. It must have been McAra.” ‘That’s not possible.’ [99]

Ironi verbal lainnya adalah tokoh utama berbohong ketika seorang pria kekar menanyakan keberadaan Lang. ia menanyakan apakah benar Lang tinggal di pulau ini, lalu tokoh utama berpura-pura tidak tahu dan meninggalkan pria tersebut.

     ‘I hear Adam Lang’s on the Island,’ he said.
I looked at him properly then. He was in his middle-fifties, slim but broad-shouldered. Strong. His iron-grey har was slicked straight back off his forehead. There was something vaguely military about him, but also unkemp and faded, as if he relied on food parcels from a veterans’ charity. I answered in a neutral tone: ‘is he?’
     ‘so i hear. You don’t happen to know his where abouts, do you?’
     ‘No. I’m affraid not. Excuse me again.’[100]

Ironi kedua, yaitu ironi situasi. Situasi menjadi mencekam ketika adanya berita bahwa mantan menteri luar negeri Inggris Richard Rycart meminta Mahkamah Internasional di Den Haag untuk menyelidiki dugaan bahwa mantan perdana menteri Inggris Adam Lang telah secara illegal memberikan perintah pengambil alihan tersangka oleh CIA untuk diinterogasi di bawah siksaan.

NEW YORK (AP)- Former Britist Foreign secretary Richar Rycart has asked the International Criminal Court in The Hague to investigate allegatition that the former British Prime inister Adam Lang ordered the illegal handover of suspects for torture by CIA.[101]



Ironi yang ketiga, yaitu ironi dramatik. Hubungan gelapnya dengan istri Adam Lang yaitu Ruth telah menambah konflik batin tokoh utama. Skandal itu terjadi pada suatu malam ketika Adam Lang pergi ke Washinton untuk mengurusi yayasannya dan menyampaikan sedikit pidato di hadapan warga Amerika. Ruth pergi ke kamar tokoh utama dan memperbincangkan Adam Lang dan McAra yang akhirnya mereka pun tidur berdua.

I turned off the light and climbed in beside her, and lay on the cold side of the bed. She rolled over and put her hand on my chest and pressed her lips very hard against mine, as if she were trying to give me the kiss of life.[102]

Kejadian di atas menyebabkan tokoh utama mengalami konflik batin. Tokoh utama memutuskan untuk pergi dari Rhinehart dan kembali ke hotel di Edgard Town karena ia bisa bekerja lebih baik, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

‘Back to the hotel. I can work much better there.’ I started throwing in my clothes, not bothering to fold them, such was my anxiety to get away.[103]

Pada awal mula perkenalan mereka, tokoh utama sering berbincang-bincang dengan Ruth membahas persoalan suami dan keluarga mereka. Hingga ketika Ruth menjemput tokoh utama di pantai Lamberts Cove, Ruth menggenggam tangan nya tanpa alasan yang jelas, seperti terlihat dalam kutipan berikut.

Ruth didn’t speak for the whole of the journey. She kept her back turned slightly towards me and stared out of the window. But just as we passed the lights of the airport, her cold, hard hand moved across the seat and grasped mine.[104]

Keberadaan Ruth sangat mempengaruhi konflik batin yang dialami oleh tokoh utama. Selain persoalan suaminya yang dituduh sebagai penjahat perang, tokoh utama merasakan ada ketegangan lain dalam keluarga ini. Sosok Ruth sangat sulit ditebak. Tokoh utama tidak tahu dimana posisi yang tepat bila berhadapan dengan Ruth. Kadang-kadang ia bisa menjadi sangat agresif tanpa alasan tertentu, kadang-kadang pula ia bersikap terlampau akrab, memegang tangan atau menentukan pakaian apa yang harus dikenakannya.

There was something disconcerting about Ruth Lang. you never knew where you were with her. Sometimes she could be aggressive for no reason – I hadn’t forgotten her behaviour during our first conversation, when she virtually accused me of planning to write a kiss-and-tell memoir about her and Lang – and then at the others she was bizarrely overfamiliar, holding hands or dictating what you should wear.[105]

Latar dalam teks juga sangat mempengaruhi konflik batin tokoh utama. Latar sosial di sekitar wilayah Rhineheart House sangat mempengaruhi konflik batin tokoh utama. Terbukti bahwa rakyat Amerika di sekitar kediaman Adam Lang banyak yang mempertanyakan keberadaan Adam Lang. keadaan di atas mengharuskan tokoh utama berbohong di setiap warga Amerika yang menanyakan kepadanya.

Hal di atas dikarenakan ia adalah orang Inggris. Di setiap warga Amerika yang ia temui pasti menebak bahwa ia adalah orang Inggris.

Latar tempat dalam teks merupakan pengaruh yang kuat bagi tokoh utama dalam konflik batin yang dialaminya,  karena latar tempat ini menghubungkannya dengan orang-orang penting dan berpengaruh. Contohnya saja mantan Perdana Menteri Inggris Adam Lang. Adam Lang adalah tokoh politik kontroversial yang namanya bukan hanya banyak dipuji, akan tetapi ditentang. Tuduhan dirinya sebagai penjahat perang mengharusnya berlindung di bawah naungan Amerika, karena dukungan penuh Amerika sebagai teman sejati Adam Lang, seperti yang diucapkan oleh Lang dalam kutipan berikut.

     “We’ve hade a great couple of days,’continued Lang, as if he hadn’t heard me. ‘The Americans have been fantastic. You know, it’s in the toughttimes that you find out who your real friends are.’[106]

Latar waktu mempengaruhi kinerja tokoh utama dalam proses penulisan, yang menyebabkan jadwal penerbitan buku autobiografi Adam Lang harus dipercepat menjadi dua minggu dari perjanjian kontrak selama satu bulan. Hal ini menurut Maddox karena posisi Adam Lang sekarang sedang berada di bawah sorotan publik. Tokoh utama merasa kecewa dipercepatnya penerbitan buku tersebut.

‘Accelerate?’ In the empty room my voice sounded thin and hollow.
‘Sure. Accelerate. As in speed things up. Right at this moment, Lang is hot. People are starting to get interested in him again. We can’t afford to let this opportunity slip.’[107] 

Tokoh utama juga dapat dikategorikan sebagai tokoh bulat (round character). Tokoh utama memiliki karakter yang kompleks dan bermacam-macam seiring perkembangan jiwa, cara berpikir dalam mengatasi masalah. Perubahan itu merupakan aspek dari kemajuan yang dicapai.

Tokoh utama ini mengalami perubahan sifat atau disebut juga (dynamic character) kerena disebabkan oleh konflik yang terjadi pada dirinya sendiri (man against himself) dan konflik antara tokoh utama dengan lingkungannya (man against environment).

Akhir dari cerita ini adalah peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan oleh George Arthur Boxer yang menewaskan Adam Lang. Dalam kondisi mental yang tidak stabil, Mayor Boxer menganggap Adam Lang lah yang bertanggung jawab secara pribadi dan membuntutinya ke Martha’s Vineyard setelah kematian McAra diberitakan di koran-koran.

Demikian pembahasan tokoh utama dalam novel ini dan dapat disimpulkan bahwa tokoh utama pada dasarnya adalah korban pertentangan antara Adam Lang dengan Robert Rycart  sehingga ia mengalami konflik batin yang tidak bisa dielakkan lagi. Peristiwa demi peristiwa harus ia lewati seperti mengikuti aliran air yang deras dan kuat.










[23] The Ghost 2007, Hal 107
[24] Ibid, Hal 35
[25] Ibid, Hal 303
[26] Ibid, Hal 242-243
[27] Ibid, Hal 62
[28] Ibid, Hal 13
[29] Ibid, Hal 5
[30] Ibid, Hal 121
[31] Ibid, Hal 27
[32] Ibid, Hal 8
[33]  Ibid, Hal 99
[34] Ibid, Hal 39
[35] Ibid, Hal 250
[36] Ibid, Hal 14
[37] Ibid, Hal 95
[38] Ibid, Hal 17
[39] Ibid, Hal 18
[40] Ibid, Hal 21
[41] Ibid, Hal 74
[42] Ibid, Hal 92
[43] Ibid, Hal 179
[44] Ibid, Hal 301
[45] Ibid, Hal 121
[46] Ibid, Hal 296
[47] Ibid, Hal 149-150
[48] Ibid, Hal 126
[49] Ibid, Hal 162
[50]  Ibid, Hal 163
[51] Ibid, Hal 156
[52] Ibid, Hal 6
[53]  Ibid, Hal 158
[54]  Ibid, Hal 157
[55]  Ibid, Hal 110
[56] Ibid, Hal 103
[57] Ibid, Hal  335
[58] Ibid, Hal 6
[59]  Ibid, Hal 153
[60] Ibid, Hal 195
[61]  Ibid, Hal 258
[62] Ibid, Hal 179
[63]  Ibid, Hal 186
[64] Ibid, Hal 186
[65]  Ibid, Hal 144
[66] Ibid, Hal 145
[67] Ibid, Hal 292
[68]  Ibid, Hal 294
[69] Ibid, Hal 318
[70]  Ibid, Hal 324
[71] Ibid, Hal 326
[72]  Ibid, Hal 326
[73] Ibid, Hal 339
[74]  Ibid, Hal 272
[75] Ibid, Hal 274-275
[76] Ibid, Hal 281
[77] Ibid, Hal 288
[78] Ibid, Hal 204
[79]  Ibid, Hal 57
[80] Ibid, Hal 288
[81] Ibid, Hal 290
[82] Ibid, Hal 187
[83] Ibid, Hal 400
[84]  Ibid, Hal 15
[85]  Ibid, Hal 6
[86] Ibid, Hal 201
[87]  Ibid, Hal  96
[88] Ibid, Hal 48
[89]  Ibid, Hal 50-51
[90] Ibid, Hal 202
[91]  Ibid, Hal 40
[92] Ibid, Hal 248
[93] Ibid, Hal 1
[94] Ibid, Hal 9
[95]  Ibid, Hal 29
[96] Ibid, Hal 21
[97]  Ibid, Hal 21
[98] Ibid, Hal 225
[99] Ibid, Hal 235
[100] Ibid, Hal 97
[101] Ibid, Hal 126
[102] Ibid, Hal  241
[103]  Ibid, Hal  245
[104]  Ibid, Hal  212
[105] Ibid, Hal  215-216
[106]  Ibid, Hal  329
[107]  Ibid, Hal  137-138