بسم الله الرحمن الرحيم

以真主的名义,最仁慈,最仁慈 ; सबसे करीम, सबसे रहीम उस अल्लाह के नाम पर ; アッラーの名において、最も優雅で、最も慈悲深い ; 알라의 이름으로, 가장 자비 롭고, 가장 자비 롭다.

Foot Ball

Posted by Ade Nugraha on 16 March 0 comments

Foot Ball (Sebuah Kisah Motivasi)

Seorang pelatih yang sedang memberikan pengumuman agar semuanya bisa mengikuti pertandingan. Lalu tiba-tiba datang Claymore ingin membicarakan hal yang penting. Mereka membicarakan tentang hasil pertandingan. Tak lama kemudian datang Norden, ia membicarakan soal peraturan yang telah diubah seluruhnya. Pelatih menjelaskan bahwa memang permainan kasar selalu terjadi.lalu Norden menambahkan hal tersebut bukan hanya atas penilaiannya sendiri tapi juga atas penilaian dari penonton juga. Pelatih bertanya, penonton siapa? Namun Norden tak mau menjawab karena malu. Tiba-tiba datang seorang reporter, melaporkan bahwa hujan turun selama babak pertama, mereka tidak bisa mengambil gambar sama sekali. Lalu mereka membicarakan ramalan cuaca sebelumnya. Sangatlah susah untuk membuktikannya jika hujan terus berlangsung, lapangannya berlupur dan berair. Lalu pelatih bertanya kepada Ashland tentang pendapatnya. Ia menangkap bola dalam keadaan yang tak memungkinkan. Lalu pelatih berkata, semua yang dilakukan dilapangan adalah salah. Lalu Asland berkata, tapi Keith memeluk bola seperti memeluk bola golf.

Pengambilan foto sangatlah susah, lalu apa yang akan kita buktikan? Bola yang berbeda dalam pertandingan di daerah yang berbeda, ditambah hujan lagi. Lalu pelatih bertanya kepada Ashland? Tunjukan bola itu yang berada di gambar. Ashland menjawab, bola golf. Lalu Geiger berpendapat bola itu telah tertusuk, dan bocor.

Pelatih mengambil kotak sepatu di bawah kursi, lalu ia bertanya kepada Norden sepatu ukuran berapa yang akan ia pakai? Namun Ashland mengingatkan pelatih tapi malu-malu. Dan Claymore menegaskan, bahwa seingat kami mereka menggunakan pisau cukur. Lalu Geiger menambahkan, mereka menggunakan pisau cukur dan bola itu tidak pernah dipompa. Pelatih berkata, mereka tidak menggunakan sepatu pull tapi sepatu karet. Dan meyakinkan mereka dengan suatu teori, yang bisa menambahkan mereka semangat bermain dan nampaknya berhasil. Kemudian ia pergi ke tengah lapangan dan meniupkan peluit dan merekapun bertanding dengan semangat, sambil menyanyikan yell yell Cristian! Soldiers! Zim Zam Zoom! Mereka mengeluarkan suara yang keras.