بسم الله الرحمن الرحيم

以真主的名义,最仁慈,最仁慈 ; सबसे करीम, सबसे रहीम उस अल्लाह के नाम पर ; アッラーの名において、最も優雅で、最も慈悲深い ; 알라의 이름으로, 가장 자비 롭고, 가장 자비 롭다.

The Collector "A Novel By John Fowles"

Posted by Ade Nugraha on 21 March 0 comments

THE COLLECTOR
A Novel By John Fowles 
Mengupas Isi Novel 

Manusia sering memiliki rasa ketertarikan terhadap sesuatu hal, entah itu hanya sekedar suka atau sangat suka hingga ingin mengoleksi sesuatu hal itu sebagai kepuasan batin dan rasa puas memiliki sesuatu itu. Rasa puas itulah yang kadang mendorong manusia untuk memiliki, hingga manusia menjadi terobsesi dan merasa wajib mendapatkan apa yang manusia itu inginkan. Dan tak jarang rasa obsesi itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan orang lain seperti yang ada didalam novel The Collector ini.
Latar belakang kehidupan seseorang juga memberikan dampak yang sangat kuat bagi kehidupannya. Sebagai contoh : caranya berkomunikasi terhadap lingkungan, caranya beradaptasi, berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, dan sebagainya.
Alasan mengapa penulis mengambil judul ini, karena obsesi yang ditunjukkan oleh tokoh pria dalam novel The Collector ini sangatlah tidak wajar tetapi menarik untuk ditelaah.
Novel The Collector sendiri ditulis oleh John Fowles. Beliau dilahirkan pada tanggal 31 Maret 1926 di Leigh-on-Sea, sebuah kota kecil yang berada sekitar 40 mil dari kota London, Inggris. Beliau menganggap bahwa kebudayaan Inggris pada tahun 1930 sebagai sesuatu yang ......... dan beliau juga menganggap bahwa kehidupan keluarganya masih sangat kuno dan religius. Pada masa kanak-kanaknya, beliau pernah berkata kepada dirinya sendiri, “I have tried to escape ever since”.
Fowles bersekolah di sekolah Bedford, yang juga merupakan sekolah berasrama yang dibuat untuk menyiapkan anak laki-laki sebelum mereka masuk ke perguruan tinggi, dari umur 13 tahun hingga 18 tahun. Setelah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Edinburgh, Fowles masuk militer pada tahun 1945 dan memulai latihan militernya yang pertama kali di daerah yang bernama Dartmoor, tempat dimana beliau menghabiskan waktu selama dua tahun. Perang Dunia ke-II berakhir setelah beliau melakukan latihan perangnya. Oleh karena itu, Fowles tidak pernah ikut perang, dan pada tanggal 1947 untuk meninggalkan dunia militer karena beliau menganggap bahwa dirinya merasa tidak cocok dengan dunia militer.
Kemudian Fowles menghabiskan 4 tahun waktunya di Universitas Oxford, dimana ia belajar terntang menulis. Ia juga pernah mengikuti beberapa kursus mengajar.
Banyak dari hasil karyanya yang terkenal. Novelnya yang berjudul The French Lieutenant’s Woman pada tahun 1969 merupakan novelnya yang terlaris di dunia. Pada tahun 1970, ia bekerja pada banyak proyek-proyek literatur. Novel The Collector ini merupakan salah satu dari novel-novelnya yang terkenal.
Fowles meninggal pada tanggal 5 November 2005 setelah sakit berkepanjangan.
Novel The Collector sendiri merupakan novel yang sangat disukai oleh para pecinta buku. Terbukti lebih dari 1.500.000 kopi laris terjual.

Novel ini bercerita tentang anak muda yang kesepian yang bernama Frederick Clegg, 
(Halaman 150-200)


SINOPSIS

Pada 50 halaman ini, berisikan tentang usaha-usaha Miranda untuk meloloskan diri dari sekapan Clegg dan berisikan cerita-cerita masa lalunya Miranda.

Miranda mulai menganalisa psikologis Clegg, yang terkadanag bersikap seperti orang normal, terutama pada saat sedang duduk berdekatan.

Pada saat Miranda berpikiran untuk membuat terowongan disekitar pintu, dan ia pun mulai mengumpulkan alat-alat yang mungkin berguna untuk menggali terowongan yang sedang ia pikirkan, dari pecahan gelas, garpu, dan dua buah sendok teh yang terbuat dari aluminium untuk menghancurkan semen yang melapisi lantai tempatnya ia disekap. Dan akhirnya ia pun menemukan sebuah paku yang ia pikir berguna untuk rencananya.

Ternyata paku tersebut tidak berguna, karena tidak dapat menghancurkan semen tersebut, bahkan untuk melepaskan satu buah batu saja memakan waktu satu jam. Miranda pun mulai berpikir kalau ia tidak akan bisa lolos, dan pada akhirnya, Miranda memasang kembali batu tersebut ketempat awalnya dan mencoba merapikannya, membuatnya seolah-olah batu tersebut tak pernah terlepas dengan menggunakan bedak yang dicampur dengan semen. Akan tetapi ternyata Clegg menyadarinya, Miranda pun melemparkan paku tersebut kepada Clegg, lalu Clegg pun menyemen kembali batu yang sudah dirusak oleh Miranda sambil mengatakan kalau disekeliling tempat tersebut terdapat batu kapur yang keras dan sulit dihancurkan.
   
Miranda mulai melemparkan benda-benda disekitar tangga, lalu Clegg pun membuatnya berhenti melemparkan barang-barang.

Miranda belum menyerah, percobaannya yang kedua adalah dengan cara berpura-pura sakit, dan mengatakan kalau ia harus dibawa ke rumah sakit, lalu Clegg pun berlari keluar dengan meninggalkan pintu terbuka, pada saat itulah Miranda tak dapat menahan dirinya untuk kabur, akan tetapi pada saat Miranda membuka pintu untuk keluar rumah, Clegg ternyata sudah menantinya sembari memegang sebuah palu. Miranda pun berpaling dan berlari masuk ke ruangan tempatnya disekap. Hal ini disebabkan karena Clegg sudah tidak percaya lagi pada Miranda gara-gara percobaannya untuk kabur yang pertama.

Pada 50 halaman ini juga Clegg membacakan isi dari surat-surat yang dikirimkan oleh bibinya dari australia tentang bahagianya bibinya tinggal disana. Pada saat yang sama, Miranda merasa kalau dirinya seakan masih terjebak dengan masa lalunya, dia selalu teringat pada saat dirinya belum diculik oleh Clegg.



Konflik

Ada beberapa konflik yang terjadi pada bagian ini, antara lain :

Man Against Man

Pada saat G.P berdebat dengan Piers, mengenai perbedaan pandangan seni masing-masing. “…I Think you’re the smuggest young layabout I’ve met before.”

Miranda berpendapat kalau bibinya Clegg tidak memperlakukan Clegg dengan baik, dan hal itulah yang menjadi dasar psikologis Clegg. “…She made an absolute fool out of you.”

Saat Miranda marah-marah pada Clegg setelah Miranda melemparkan barang-barang yang ada di sekitar tangga. “…I lectured him. I told him all about himself.”

Man Against Himself

Saat Miranda tak bisa menahan dirinya untuk kabur pada saat Miranda berpikir Clegg akan membawanya ke rumah sakit. “…I couldn’t bear the suspense. I pulled the door and rushed out.”

Saat Miranda merasa cemburu dan kesal terhadap Antoinette, namun ia tetap harus mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Antoinette padanya. “…I forced myself to meet, to listen to Toinette.”

Saat Miranda kebingungan akan perasaannya terhadap G.P., dia sendiri meragukannya. “…All the time I kept. "

thinking, do I love him? Then, obviously, there wasso much doubt, I couldn’t.”

Man Against Environment

Saat Miranda mencoba membuat terowongan untuk dirinya kabur, ia melakukannya sampai tangannya terluka. “…I tried to force it with the nail, and managed to hurt my hand.”
 
Miranda membenci orang-orang yang G.P. juluki sebagai New People. “…I hate what G.P. calls the New People, the new class people with their cars and their money.”


Setting/Latar

Tempat :
England
Bunker : “…He bought me supper down here.”
Waktu :
Morning, Afternoon, Midnight.

Symbol dan Irony

Symbol
“…You’d be bloody bore if you weren’t so pretty.”

Verbal
Saat Miranda yang tak pernah berharap untuk jatuh cinta pada orang lebih tua. “…Two years ago I couldn’t have dreamed to falling in love with an older man.”

Irony Of Situation

Saat Miranda disekap oleh Clegg, ia tak bisa kabur dan menderita. Akan tetapi ia merasa senag saat Clegg pulang dan memberinya banyak hadiah. “…I shouldn’t but I like it when he comes in at lunchtime from wherever he goes. There are always parcels.”

Saat Miranda merasa kalau dirinya masih terjebak dimasa lalunya sendiri. “…But it seems a sort of magic, to be able to call my past back. And I just can’t live in this present.”

Dramatic

Saat Clegg membiarkan Miranda menang dalam permainan catur. “…He let me beat him. He wouldn’t admit it, but I am sure he did.”





Ditulis oleh : 


Ade Nugraha
Noviandi
Wendy Gustiawan

12 November 2008