بسم الله الرحمن الرحيم

以真主的名义,最仁慈,最仁慈 ; सबसे करीम, सबसे रहीम उस अल्लाह के नाम पर ; アッラーの名において、最も優雅で、最も慈悲深い ; 알라의 이름으로, 가장 자비 롭고, 가장 자비 롭다.

PENGOBATAN ALTERNATIF AL IZHAR

Posted by Ade Nugraha on 30 May 0 comments

Waktu itu dikarenakan hari sudah akan menjelang malam, saya pun bergegas untuk pamit pulang kepada teman saya yang tinggal di daerah Serua Pamulang, tepat alamatnya saya ga tau. Jam sudah menunjukkan pukul 05.45 WIB. Dengan sepeda motor kesayangan saya, ditengah jalan azan berkumandang, saya pun mencari mesjid pinggiran jalan, maka ketemu lah sebuah mushola kecil yang bernama Mushola Al-Izhar.





Sepeda motor saya perlahan parkir disamping mushola, di parkiran sekitar 50 meter persegi. di sebrang parkiran ada sebuah warung kecil dan di tengah antara mushola dan warung itu ada sebuah bangunan yang menyatu ke warung seperti ruang tunggu lesehan dan pintu kaca.

Setelah selesai solat berjamaah, saya keluar mushola dan sudah banyak orang orang yang sepertinya sedang menunggu. Seiring waktu berjalan, satu persatu dengan sepeda motor maupun mobil datang dan berjalan ke sebuah warung kecil itu. Saya pun penasaran dan menanyakan kepada salah seorang pengunjung disana, ternyata mereka pergi ke warung itu untuk mengambil nomor antrian Pengobatan Alternatif bapak Ustad Damiri. Saya hitung ada sekitar belasan orang yang berkunjung kesini. Dan melihat salah seorang dari mereka memegang nomer antrian 38.


Saya pun penasaran untuk mendekati warung kecil itu. Ada seorang wanita paruh baya yang sedang asik nonton tv tabung berwarna dan saya pun menyapanya dan menanyakan perihal tempat ini. Ternyata sedari sore tadi sekitar pukul 4 para pengunjung sudah antri dan mendapatkan nomer antrian. Ustad Damiri mereka menyebutnya, mulai melayani para pasien sekitar pukul 5 sore. 

Saya pun semakin penasaran dan heran, tempat pengobatan alternatif tanpa papan plang, tanpa muncul di iklan tv, dan tak dikenal ini bisa banyak pasien yang datang hingga nomer antrian 38, atau mungkin lebih. Di warung itu pun ada seorang wanita muda dan langsung saya tanya aja siapakah ustad Damiri itu. Lalu beliau pun menjelaskan bahwa rata rata pasien yang datang kesini adalah pasien yang sudah datang berkali kali ke pengobatan alternatif akan tetapi sakitnya tak kunjung sembuh juga. Yang apabila kejodohan pasien pasien itu tau dari berita mulut ke mulut saja bahwa disini banyak yang cocok dengan terapi pengobatan bapak Ustad Damiri tersebut.

Jam pun sudah menunjukan Pukul 19.00 Wib dan azan isya pun berkumandang. Saya pun kembali ke mushola Al Izhar itu untuk sembahyang Isya. 

Bapak yang tadi berada disamping saya ketika solat isya itu dia duduk di samping warung dengan secangkir kopi dan sebatang rokok. saya pun menghampirinya dan menanyakan keberadaannya disini. beliau datang bersama istrinya dan anaknya. Konon katanya istri dan anaknya terkena santet yang ditujukan kepadanya. Beliau berasal dari Priuk. Istrinya sudah satu minggu ini sudah sembuh , sekarang beliau mengantarkan anaknya yang belum sembuh untuk di terapi. 

Ditengah obrolan datang seorang ibu-ibu menghampiri kami berdua, beliau langsung bercerita bahwa ia mengalami sakit kulit gatal gatal setelah digigit oleh seekor ulat jambu yang berwarna abu abu dan kuning. Awalnya beliau mengantarkan cucunya sekolah, dan beliau duduk di bawah pohon jambu batu. tiba tiba ada sesuatu yang menggigit leher bagian belakangnya, lalu beliau pun meminta tolong pada seseorang disekitarnya untuk melihat ada apa gerangan di lehernya itu. akan tetapi tidak ditemukan apa pun. Setiba di rumah beliau menanggalkan kerudungnya di gantungan kamar, alangkah kagetnya beliau melihat seekor ulat sebesar jari kelingking orang dewasa menempel di bagian dalam kerudungnya itu. Seketika itu juga beliau kaget dan langsung merasakan seluruh tubuhnya gatal-gatal dan kulitnya berubah menjadi tebal seperti permadani. Setelah kejadian itu beliau berobat ke dokter, untuk yang ke sekian kalinya datang ke dokter namun gatal-gatalnya itu tak kunjung sembuh juga. Akhirnya setelah mengikuti terapi Pengobatan Ustad Damiri gatal-gatalnya pun berangsur pulih.