بسم الله الرحمن الرحيم

以真主的名义,最仁慈,最仁慈 ; सबसे करीम, सबसे रहीम उस अल्लाह के नाम पर ; アッラーの名において、最も優雅で、最も慈悲深い ; 알라의 이름으로, 가장 자비 롭고, 가장 자비 롭다.

Razia Polisi

Posted by Ade Nugraha on 18 February 0 comments

Berawal dari hari kamis minggu kemarin di terminal Lebak Bulus sepulang dari mengantarkan istri saya tercinta kerja, awalnya saya melihat operasi dishub yang ramai, ternyata setelah lambat laun di depan operasi dishub tersebut juga ada sekelompok polisi yang sedang melakukan razia. Saya pikir, razia tersebut hanya untuk kendaraan motor saja, karena banyak sekali motor yang diberhentikan. Saya pun dengan santainya melajukan mobil saya. Salah satu polisi memberhentikan saya, saya pun kaget dan OMG safety belt saya hanya dipake atasnya saja, sedangkan bawahnya saya duduki.

Di hadapan polisi tersebut saya mengakui kesalahan saya yang sebelumnya sudah dijelaskan oleh beliau bahwa saya kena pasal 589 tidak menggunakan safety belt. Singkat cerita polisi tersebut menahan kartu SIM A saya, yang ditukar dengan surat tilang yang isinya untuk menghadiri persidangan di salah satu pengadilan negeri Jakarta minggu depan.

ini dia surat tilangnya :







Lanjut cerita setiba di rumah langsung browsing di mbah google perihal pasal tersebut dan tentang penilangan. Cek dan ricek memang benar bahwa pasal tersebut berisi pelanggaran tidak mengenakan safety belt dan tertulis biaya denda Rp. 500.000,- atau kurungan selama 1 bulan.  Waw besar sekali saya pikir. Melihat dari surat tilang dengan menggunakan pulpen tinta hitam, saya berpikir ini benar benar akan di sidang di pengadilan, melihat jika flash back ke belakang ketika saya masih kuliah surat tilang ditulis dengan pensil dan SIM yang di sita diambil tidak di pengadilan, tapi di suatu tempat.

Hari berganti hari, saya pun otw ke salah satu Pengadilan Negeri Jakarta tersebut dan ternyata oh ternyata sebelum tiba di Pengadilan, sudah berjejer para calo yang siap untuk melayani jasa pengambilan SIM atau STNK yang di tahan.

Saya pun langsung mempersilahkan salah satu calo tersebut masuk mobil dan siap menerima instruksi.

Pertama tama mencari tempat parkir yang tidak jauh dari pengadilan dan tugas kita hanya menunggu, ngopi, ngobrol ngobrol dengan penunggu yang lain.

Selang satu jam calo tersebut datang kembali dengan membawa SIM A saya yang ditahan. Setelah itu barulah kita membayar , yang pada waktu itu sebesar Rp. 250.000,- berikut uang rokok. Untuk pengurusan motor sebesar Rp. 150.000,-.

Begitulah pengalaman saya hari ini dan saya pun kembali ke Bogor dengan memboyong kembali kartu SIM A saya ke dompet. Welcome back home my card.

Pesan saya kepada agan agan agar menggunakan safety belt yang baik dan benar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya yang sudah di alami oleh saya sendiri, terutama keselamatan saat berkendara.


Beberapa hari kemudian saya menerima BBM dari teman saya yang berbunyi :

BIAYA tilang terbaru di indonesia :
1. Tidak ada STNK Rp.500,000
2. Tdk bawa SIM Rp.250,000
3. Tdk pakai Helm Rp.250,000
4. Penumpang tdk Helm Rp.250,000
5. Tdk pake sabuk Rp.250,000
6. Melanggar lampu lalin
- Mobil Rp.250,000
- Motor Rp. 100.000
7. Tdk pasang isyarat mogok Rp.500,000
8. Pintu terbuka saat jalan Rp.250,000
9. Perlengkapan mobil Rp.250,000
10. Melanggar TNBK Rp.500,000
11. Menggunakan HP/SMS Rp.750,000
12. Tdk miliki spion, klakson
- Motor Rp.250,000
- Mobil Rp.250,000
13. Melanggar rambu lalin
Rp.500,000.
Dicopy dari Mabes Polri
Informasi yg hrs dipublikasikan & mungkin bermanfaat !!!
🚫 🚷 🚸 ⛔⚠🚥🚦🚓🚧🎫💰
JANGAN MINTA DAMAI
Segala pelanggaran di jalan Raya baik berkendara motor/mobil, " JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP.
Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN.
Dan "Lebih baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan"Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa "Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp.10jt /1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun"..
(Nah, lebih besar kan daripada uang damai yg hanya50 ribu s/d 100 rb, jelas aja akan ada oknum Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar).
INFORMASI INI PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena info tsb diatas banyak yg tidak tahu.
Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN /KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar.
Beberapa teman mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yg kena jebakan ini, karena banyak orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini.
Sebarkan berita ini ke siapa saja yg anda kenal dan kasihi agar tidak terkena jebakan seperti ini.
WASPADALAH
"Semoga bermanfaat"🚓💨💨💨💨