بسم الله الرحمن الرحيم

以真主的名义,最仁慈,最仁慈 ; सबसे करीम, सबसे रहीम उस अल्लाह के नाम पर ; アッラーの名において、最も優雅で、最も慈悲深い ; 알라의 이름으로, 가장 자비 롭고, 가장 자비 롭다.

PERAYAAN HUT USA 4 JULI 2018 DI ALASKA

Posted by Ade Nugraha on 16 August 0 comments

Kemeriahan Independent Day United State Of America

Tanggal 4 Juli 2018 kapal saya berlabuh di salah satu desa di Alaska yaitu Skagway. Skagway ini adalah salah satu desa kecil di Alaska yang sering dikunjungi oleh para pelancong di seluruh dunia. Wisata yang paling dikenal adalah tur kereta api yang berdurasi sekitar 45 menit, menyajikan pemandangan eksotik es di setiap perjalanannya. Selain itu juga ada wisata tur ikan paus, memancing dan lainnya. Dilihat dari sejarahnya, desa ini pada abad ke 18 merupakan hunian para petambang emas. Di tengah desa diantara keramaian terdapat beberapa lokasi musium yang menunjukkan eksistensinya para pendahulu mereka tinggal di desa ini. Untuk menuju ke tengah desa ini, dari tempat kapal saya berlabuh membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Dan di tengah perjalanan anda akan melewati sebuah danau dan sungai kecil dimana terdapat banyak sekali ikan salmon. Sangat menarik sekali ikan salmon ini berenang dari hilir menuju hulu danau. Merupakan pemandangan yang sangat menakjubkan ikan salmon ini seolah olah mereka berlomba lomba secepatnya menuju hulu danau.

Kembali ke perayaan kemerdekaan Amerika Serikat, perayaan hari spesial ini tidak jauh dengan perayaan kemerdekaan di negara kita tercinta, Indonesia. Ada sedikit perbedaan yang dikarenakan perbedaan budaya saja. Awalnya pada hari itu, tanggal 4 Juli di Skagway saya tidak ada rencana sama sekali untuk main keluar kapal. Namun, setelah melihat buletin harian kapal bahwa di luar sana di Skagway akan diadakan beberapa acara untuk memperingati perayaan kemerdekaan USA. Saya pun berubah pikiran dan muncul lah rasa penasaran saya. Saya memutuskan untuk main keluar dan melihat seperti apa keramaiannya.

Seperti yang saya bicarakan di atas, melewati sungai dan danau ditengah perjalanan sangat mengasikkan sekali melihat sekawanan ikan salmon berenang dari hilir sungai menuju hulu danau dan saya pun berpikir kalau seandainya hal ini terdapat di daerah saya, maka akan banyak sekali orang yang berlomba lomba untuk menangkapnya. Hingga tiba di tepi jalan yang telah ditutup  dengan kendaraan alat berat sehingga tidak ada kendaraan lain yang boleh masuk. Seperti Car Free Day kalau di Jakarta dan Bogor. Saya melihat food street yang diadakan oleh salah satu bar disini, makanan Amerika yang itu itu aja yaitu burger, hotdog, sandwitch dan lainnya termasuk minuman.  Sebagian warga memakai kostum baju yang unik dan menari nari dijalan atau bahkan menyanyi yel yel yang saya ga ngerti. 

Selama hari perayaan terdapat lomba lomba yang cukup menarik dan disambut antusias oleh warga sini. Diantaranya adalah lomba panco, lomba balap sepeda lambat, lomba membuat rel kereta dan lomba sand bag. Lomba panco diadakan di pagi hari dan saya tidak sempat melihatnya. Lomba balap sepeda disini cukup menarik, yaitu terdapat trek sepanjang sekitar 20 meter dan bisa di ikuti oleh peserta hingga memuat lebar jalan. Yang harus dilakukan oleh peserta adalah mengendarai sepeda mereka dengan lambat tanpa harus menapakkan kaki ke tanah. Barang siapa yang menapakkan kaki ke tanah maka dia tidak boleh melanjutkan perjalanannya hingga garis finish. Lomba membuat rel kereta, saya juga tidak tahu peraturan nya bagaimana, yang jelas saya melihat satu persatu dipanggil oleh juri dan melakukan atraksi palu paku rel.  Dan yang terakhir yang paling menarik dan paling banyak pesertanya yaitu lomba sand bag. 



Continue...


ATASI RAMBUT RONTOK DAN KETOMBE DI KAPAL

Posted by Ade Nugraha on 22 June 0 comments

Kembali lagi bersama saya, kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang cara atasi rambut rontok dan ketombe saat kita berada di kapal. Kadar kandungan klorin yang lumayan cukup tinggi untuk air mandi membuat para crew kapal mengalami masalah yang dari generasi ke generasi masalah ini tidak bisa dianggap sepele. Rambut rontok dan ketombe yang bila dibiarkan selama bertahun tahun, sedikit demi sedikit akan membuat rambut kepala anda tidak seindah dulu dan tidak seindah waktu anda sebelum hidup di kapal.

Cara cara yang biasa dilakukan oleh para awak kapal untuk mengurangi masalah rambut tersebut biasanya dengan tidak kena langsung ke kepala saat air yang keluar dari tap shower. Biasanya air yang baru keluar dari tap shower dihalangi dengan salah satu tangan. Cara lain yaitu dengan tidak menggunakan air panas saat mencuci rambut kepala.

Namun, apabila cara diatas masih tidak berpengaruh terhadap rambut kepala anda, alias rambut masih ketombean dan mengakibatkan rontok, carilah shampoi yang cocok buat rambut kepala anda. Shampoo yang cocok saat kita di rumah belum tentu cocok digunakan saat kita di kapal. Mencari shampoi yang cocok untuk dikapal memang sangat gampang gampang susah. Susah sekali sih sebenernya. Dari pengalaman teman saya yang sudah bertahun tahun hingga sekarang masih belum ketemu shampoo yang cocok untuk kepala rambutnya, alhasil rambut nya sekarang semakin menipis.

Pertama kali saya bekerja dikapal saya diresahkan dengan rambut rontok karena ketombe. Bertahun tahun bereksperimen mencoba shampoo lain masih juga ketombe tidak hilang hilang. Setelah tiga tahun lamanya suatu ketika saya menemukan shampoo bekas tamu di incinerator (tempat pembuangan akhir di kapal yang mana sampah dipisah pisah berdasarkan jenisnya) merk Selsun. Shampoo merk ini di Indoneaia juga ada, akan tetapi untuk jenis ini tidak ada. Nama shampoo tersebut adalah Selsun Blue Dandruff Shampoo Itchy Dry Scalp. Karena masih ada setengah lagi, saya ambil saja buat percobaan. Setelah dipakai sekitar satu minggu alhamdulillah rambut kepala saya tidak ketombean lagi dan rambut tidak rontok akhirnya setiap kontrak saya selalu membeli shampoo ini di amazon.com. 


.

Continue...


PUASA RAMADHAN DI ALASKA 2018

Posted by Ade Nugraha on 21 May 0 comments

Di hari pertama puasa Ramadhan 1439 H semua umat muslim di seluruh dunia menyambut dengan gembira. Begitu juga bagi para muslim di kapal yang mana saat ini kapal saya berada di Alaska, kami mulai bangun pukul setengah dua pagi untuk makan sahur. Penasaran kan bagaimana puasa ramadhan di Alaska ....

Selama lebih dari 4 bulan kapal ini akan berada di Alaska dengan home portnya Whittier dan Vancouver Canada. Untuk rata rata jam puasa di wilayah ini adalah kira kira 18 jam, karena waktu subuh disini adalah sekitar pukul setengah 4 dan waktu maghribnya sekitar pukul setengah 10. Jadi bisa anda bayangkan dan bandingkan perbedaan waktu puasa di Alaska dan di negeri kita tercinta.

Bukan pertama kalinya saya puasa ramdhan di Alaska ini, kontrak pertama dan kontrak kedua juga saya pernah alami puasa ramadhan. Untuk perbedaan waktu di Alaska dengan di Jakarta yaitu 15 jam, sekarang disini pukul 23.00 waktu Alaska tanggal 20 May 2018, sedangkan di Jakarta pukul 14.00 WIB tanggal 21 May 2018.

Walaupun puasa di Alaska sangat panjang namun ternyata sama saja seperti puasa di tanah air. Maksudnya walaupun disini panjang puasanya namun sama saja seperti halnya menjalani puasa sekitar 13,5 jam di tanah air. Teman teman negara lain yang non muslim disini mereka selalu bertanya penasaran atau bahkan berceloteh "hah kamu masih hidup, walaupun tanpa makan dan minum seharian?" Bertanya sambil terkagum kagum. 

Sebelum puasa ramadhan tiba, salah satu teman kita mengajukan usul kepada pihak terkait akan disediakan makan sahur selama satu bulan di crew mess. Dan itu alhamdulillah sudah disetujui. Akhirnya setiap jam sahur disediakanlah makan sahur khusus muslim yang menjalan ibadah puasa ramadhan. Makanannya spesial masakan indonesia.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1439 H




Continue...


ALERGI DINGIN SAAT KE ALASKA

Posted by Ade Nugraha on 14 May 0 comments

Perjalanan 8 hari bertolak dari Muroran Jepang menuju Whittier Alaska dengan kecepatan kapal kira kira 20 knot, melewati pulau pulau kecil di Bering Sea. Suhu udara di open deck (lantai paling atas) mencapat 3 derajat celcius. Di dalam kapal pun menjadi lebih dingin. Para krew krew kapal sebagian memakai jaket, terutama para krew yang bertugas di lantai luar. Musim panas di Alaska adalah wisata tahunan bagi para wisatawan wisatawan dunia untuk berkunjung kesana. Lamanya musim panas selama sekitar 5 bulan, mulai dari Mei hingga September. Setiap tahunnya di musim panas ribuan para wisatawan berkunjung ke Alaska untuk menikmati pemandangan batuan es yang mencair, pemandangan gunung gunung es, atau bahkan hanya sekedar belanja emas alaska. 

Kembali ke kisah saya, jadi ketika sehari sebelum kapal bertolak ke Alaska, waktu di Hakodate, saya kehujanan dan kedinginan. Perubahan cuaca yang tak terduga dan cepat saya jadi salah kostum saat itu. Saya hanya memakai sweater saja. Alhasil walaupun akhirnya tiba juga di kapal, namun berdampak gatal pada kulit. Memang sudah menjadi langganan kalau di Alaska saya pasti kena alergi dingin. Gatal itu berada di paha bintik bintik merah kalau orang sunda bilangnya kaligata.

Hari pertama hingga ketiga saya sebelum tidur setelah mandi pakai bedak heroksiin, namun gatal gatal itu hanya sembuh sementara. Akhirnya saya pun pergi ke medical dan diberikan ramuan salep plus krim yang sudah di campur. Setelah menggunakan salep ini, tidak langsung terasa sembuhnya, baru setelah 4 hari berangsur bintik bintik merah itu hilang dan gatalnya pun berkurang. Hal ini tidak hanya saya saja yang alami, akan tetapi juga beberapa krew teman saya juga mengalami hal yang sama.

Bukan hanya itu saja, tantangan yang lainnya yaitu flu dan batuk. Saya juga terkena sakit tenggorokan dan sedikit flu. Perubahan cuaca yang drastis mengakibatkan keadaan fisik menjadi lemah. Walaupun sudah sering saya ke Alaska hampir setiap kontrak saya kebagian dengan cruise ini. Tetap saja kaligata sama flu batuk sudah menjadi langganan.




Ada satu hal yang ingin saya sharing ke teman teman. Jadi begini, menurut teman saya pantangan disaat alergi dingin itu yaitu jangan makan ikan. Sudah 4 hari saya tidak makan ikan dan Alhamdulillah gatal gatal saya sudah hampir sembuh ditambah dengan salep yang selalu saya oles setiap malam dan siangnya. Namun dihari kelima, karena tidak ada makanan lain yang bisa saya makan di crewmess, akhirnya saya terpaksa makan ikan. Dan ternyata pantangan yang teman saya beritahukan itu benar. Pada malamnya gatal gatal saya kembali kambuh seperti semula. Akhirnya selama beberapa hari saya bertahan, mencari solusi bagaimana mengatasi gatal gatal ini. Saya pun coba dengan berbagai macam obat ga sembuh juga. Namun akhirnya, setelah sekian lama dan tidak makan ikan lagi, alergi gatal gatal berangsur pulih.
Continue...


INDAHNYA BUNGA TULIP DI HAKODATE JEPANG

Posted by Ade Nugraha on 14 May 0 comments



Hakodate di hari Jumat tanggal 4 Mei 2018 pukul 3 sore saya berangkat dari Cruise Terminal bersama teman-teman saya. Terlihat dikejauhan gunung gunung berlapis es, dan sinar mentari yang hangat. Semilir angin yang dingin sejuk merasakan suasana alam kota Hakodate Jepang. 15 menit perjalanan dari terminal ke tengah kota. Turun di depan stasiun Hakodate. Tepat di depan stasiun dan sekitar taman kota, penuh dengan bunga bunga tulip yang sedang mekar, berwarna pink dan merah. Sungguh indah sekali baru pertama kali saya melihat bunga tulip (kampungan hee) di depan mata langsung begini. Bahkan bunga ini seperrinya lebih indah dari bunga mawar yang pernah saya berikan kepada istri saya dulu. Sungguh ingin sekali saya memetik bunga ini lalu saya berikan kepada istri saya. 

Bunga tulip. Kalo tidak salah waktu di sekolah dasar atau sekolah menengah, saya lupa lagi (maklum memori saya sudah tidak bagus hee) sepertinya selalu membahas bunga bunga an gitu, bunga tulip dan bunga bunga lainnya tapi saya lupa tentang apa dan pelajaran apanya. Ya sudahlah hehee ... 

Oke kembali lagi ke Hakodate ini, tadinya saya mau ke kuil di gunung Hakodate akan tetapi dikarenakan harus naek tram dan lumayan jauh, sedangkan hanya punya waktu 3 jam, jadi saya hanya keliling keliling aja di kota ini. Hal paling menarik adalah di sekitar kota ini tumbuh mekarnya bunga tulip di sepanjang jalan dan di taman taman kota menghiasi keharmonisan dan keindahan kota Hakodate ini. Sepertinya bunga tulip ini tumbuh hanya di tempat dingin. Bunga tulip ini tumbuh dari batang lalu ada beberapa daun yang pucuk lalu muncullah bunga indah ini. Hmmm ... Tidak seperti Bunga mawar atau melati. 

Hal menarik lain di kota ini saya melihat ada satu restoran Kepiting Raksasa segar. Atau kalau di Alaska dinamai dengan King Crabs. Besarnya badannya sebesar piring makan dan kaki nya puanjang banget. Dua jengkal orang dewasa kali yak heee. Mungkin kalau ada kesempatan dilain hari berkunjung ke kota ini, saya akan makan kepiting di restoran ini. 

Setelah lelah keliling kota saya mampir di Mc Donald dan makan burger. Setelah itu saya istirahat di sebuah taman lagi gajauh dari McD, sambil ngeupload vidio vidio editan saya ketika saya berkunjung ke Osaka, Hongkong dan Taiwan. Kawan kawan bisa lihat di Youtube Channel saya. 

Setelah setengah jam ditaman itu, cuaca dikota ini berubah drastis awan hitam dan angin kencang datng. Lalu, tiba tiba hujan pun turun ... Untung saja tidak seperti hujan di Bogor hahaaa. ... Namun walaupun hujannya rincik rincik alamak dinginnya bukan kepalang. Saya pun bergegas dan berlari menuju bus dengan badan yang kedinginan menggigil. Karena saya hanya pake sweeter aja. Dn akhirnya alhamdulillah tiba juga di bis dan saya bisa bernapas dengan lega.

Sampai ketemu lagi dilain waktu ....


Continue...


MERINDUKAN (Sebuah Puisi)

Posted by Ade Nugraha on 06 May 0 comments

MERINDUKAN

Kilauan cahaya Kota Shimizu
Antara maghrib dan Isya
Hayalanku disana bersamamu
Kehangatan di kamar tidur kita

Kembali ke lautan yang hampa
Dan kan kukatakan nanti,
Tentang kita, dan setelah kita
Cukuplah di pantai saja

Lalu perjalanan ini
Setelah semakin jauh menuju Alaska
Kanada, Hawaii dan Australia
Semoga kita
Berpeluk hangat kembali




Golden Princess
Shimizu, 28 April 2018
Ade Nugraha


Continue...